Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Senin

MERTUAKU BERSIKAP SINIS DAN KETUS

        Sebut saja namanya Suryaningsih. Dia bercerita dan bertanya di salah satu media komunikasi online sebagai berikut.

        "Saya masih tinggal bersama orang tua suami (mertua) dan terus terang saya merasa tidak nyaman, karena mertua saya terlihat tidak begitu menyukai saya. Dia selalu bersikap sinis dan ketus pada saat suami saya tidak di rumah. Namun, dia akan berpura-pura menyukai saya, bila suami saya ada di rumah".

        Lain lagi dengan Sulaiman, dia berkisah: "Mertua sering meremehkan saya di hadapan istri saya, karena saya masih tingal di rumahnya. Saya ingin marah kepada mereka, tapi saya tak ingin mengecewakan hati istri saya, karena mungkin saya dianggap tidak berterima kasih. Mertua saya tidak punya rasa suka lagi kepada saya".

        Saudaraku, ada baiknya kita ,mencoba mengubah pandangan kita, sehingga menganggap mertua layaknya orang tua kandung yang melahirkan pasangan kita. Orang tua yang diperintahkan Allah Swt dalam firman-Nya:

        "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(al-Isra': 24)

        Selain itu, ada baiknya kita mencoba mencari tahu mengapa mertua kita bersikap seperti itu. Jangan-jangan, ternyata hal itu dikarenakan perbuatan kita sendiri. Berikan padanya permohonan maaf yang tulus. Kita juga perlu mencoba menuruti keinginan mertua dan bersikap lebih baik lagi terhadapnya, serta berusaha untuk tidak berbuat kesalahan kepadanya.

        Untuk seorang suami, setelah memperhatikan dan menilai sikap istri dan orang tuanya, sehingga akhirnya mengetahui bahwa yang bersalah adalah istrinya, maka suami boleh menegur dan memberikan pengarahan kepada istrinya. Bahkan, bisa mengeluarkan istrinya dari rumah, entah dengan menceraikannya atau dengan memberinya rumah tinggal sendiri.

        Perbuatan buruk yang dilakukan istri kepada mertua adalah kesalahan. Itu termasuk perbuatan keji (fahisyah mubayyinah). Dalam Al-Qu'an diterangkan, bahwa seorang perempuan yang diceraikan berhak mendapatkam tempat tinggal dari suami selama perempuan itu tidak melakukan perbuatan keji. Firman Allah Swt di dalam Al-Qur'an:

        "Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu, hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah, Rabbmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) keluar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang".(ath-Thalaq: 1)

        Ibnu 'Abbas mengatakan bahwa beberapa contoh perbuatan keji adalah buruknya perangai istri, perkataan kotor kepada keluarga suami (mertua, saudara ipar, dan lain-lain). Perempuan seperti itu boleh dikeluarkan dari rumah setelah dia diceraikan.

        Jadi, sebelum semuanya terlambat, ada baiknya apakah diri kita (sebagai istri) yang tinggal di rumah mertua mengintropeksi diri, sudahkah kita bersikap baik kepada mertua? Apakah kita pernah menyakiti hati mertua, sehingga kita pun tidak disayanginya? Wallahu a'lam.