Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Jumat

AKU INGIN MENGAJARINYA, TANPA MENGGURUINYA

        Seorang ustadz yang menjadi imam sekaligus penceramah di salah satu masjid, menyampaikan pesan di atas mimbar. Dirinya telah beberapa lama memperhatikan ada dua-tiga orang anggota jamaah masjid yang cara shalatnya perlu diperbaiki. Dalam ceramah itu, dia mulai dengan pengantar bahwa apa yang akan disampaikannya itu bukan untuk bapak-bapak dan ibu-ibu, melainkan khusus anak-anak. Sesudah itu, barulah ia menjelaskan bagaimana cara shalat menurut tuntunan Rasulullah Saw.

        Mengapa bukan untuk bapak-bapak dan ibu-ibu? Karena bagaimanapun juga, apabila materi yang disampaikan adalah tata cara shalat yang benar, tentu sangat dikhawatirkan timbul kesan menggurui. Untuk menghilangkan kesan menggurui, maka ustadz tersebut mengatakan bahwa ceramah itu ditujukan untuk anak-anak di dalam masjid.

        Mengajar tanpa menggurui adalah salah satu bentuk berdakwah dengan cara hikmah. Cara dakwah sebagaimana yang diajarkan oleh Allah Swt di dalam Al-Qur'an:

        "Serulah (manusia)kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk". (an-Nahl: 125)

        Mengajak tanpa menggurui dapat dilakukan dengan mengajak seseorang menonton sebuah film penggugah jiwa, film islami. Teladan yang baik juga bisa menjadi media mengajari tanpa menggurui. Termasuk salah satu cara mengajar tanpa menggurui adalah dengan tidak cepat-cepat menjawab semua pertanyaan dan ketika selesai menjawab, sebaiknya ditutup dengan perkataan "Wallahu a'lam".

        Mengatakan sesuatu dengan sindiran juga termasuk satu cara mengajar tanpa menggurui. Seseorang dapat belajar dari siapa saja, termasuk kepada sesama temannya. Ada baiknya juga memilih bahasa dan diksi kata yang tepat untuk menyampaikan sebuah ajakan, penjelasan, atau ilmu pengetahuan. Seseorang yang salah memilih diksi atau keliru menggunakan bahasa dalam memberikan nasihat, tidak jarang bukan simpati dan penghargaan yang didapatkan, tapi justru kesan sombong atau sok pintar yang ditangkap oleh audiennya.