Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Jumat

AKU INGIN SEKALI MENJATUHKAN ORANG YANG SOMBONG ITU

        Pernah seseorang yang cukup senior berdiskusi dengan seorang remaja berusia 21 tahun tentang wajibnya penerapan hukum-hukum Islam. Setelah diskusi berlangsung selama dua jam, kata sepakat pun tidak dicapai. Remaja tadi tetap pada pendiriannya behwa hukum Islam wajib diterapkan berdasarkan argumentasi, sedangkan sang senior menolaknya. Bahkan, dengan ketus dia berujar, "Kamu ini anak baru kemarin sore, berani-beraninya menentang orang tua. Saya sudah kenyang dengan perjuangan. Penerapan syariat Islam hanya merupakan ilusi".

        Si junior sangat ingin menjatuhkan seniornya dalam perdebatan itu. Niat semacam ini merupakan permasalahan dalam diri seseorang. Begitu kesombongan yang ditunjukkan oleh senior itu. Berikut ini petunjuk praktis Al-Qur'an dalam menghilangkan jiwa sombong di dalam diri kita. Perhatikan firman Allah Swt berikut ini.

        "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-oranng yang sombong lagi membanggakan diri".  (Luqman: 18)

        Ketika seorang menyimpan kesombongan dalam dirinya, maka dia akan sulit menerima kebenaran dan merasa diri lebih tinggi dibandingkan orang lain. Rasulullah Saw bersabda:

        "Sesungguhnya Allah itu indah, suka pada keindahan. Sombong itu orang yang menolak kebenaran dan merendahkan (memejamkan mata kepada) sesama manusia". (HR. Muslim)

        Hal senada juga elah disampaikan Allah Swt di dalam sebuah ayat Al-Qur'an:

        "(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Alah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang". (al-Mu'min: 35)

        Dengan bersikap sombong, seseorang akan terkunci hatinya dari menerima kebenaran yang benar-benar obyektif, bukan yang subyektif. Allah Swt akan meneyegel dan mengunci rapat hati orang yang sombong, baik kesombongan yang ditampilkan untuk mengimbangi dan melawan kesombongan orang lain, atau memang kesombongan yang murni dari dalam hati.
Menghadapi orang yang sombong, seharusnya bukan dengan kesombongan, atau keinginan untuk menjatuhkannya. Sebab, hal itu sama saja melawan kemungkaran dengan kemungkaran. Padahal, para ulama jelas melarang untuk menghilangkan kemungkaran dengan kemungkaran. Menghadapi orang yang sombong, harus dengan lemah lembut serta bijaksana.