Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Kamis

AKU SANGAT MEMBENCINYA

        Dalam bermasyarakat , sering muncul rasa benci kepada orang lain. Pada dasarnya, benci adalah manusiawi ketika manusia hidup di tengah masyarakat. Namun, akan menjadi masalah jika kita adalah seorang Muslim. Sebab, kebenciaan itu jelas-jelas bukan sesuatu yang membawa kebaikan. Kebencian yang ada di dalam hati hendaknya kita akan dapat menyikapi setiap permasalahan secara proporsional. Selain itu, agar sikap kita kepada orang yang kita benci tetap sesuai dengan tuntunan Islam.

        Ada baiknya kita melakukan muhasabah dan merenungkan penyebab kita membenci seseorang. Benarkah orang itu pantas kita benci, atau justru hati kita sendiri yang menjadi sumber kebencian? Jika kemungkinan pertama adalah jawabannya, maka sebaiknya orang itu dinasihati. Bukankah Allah Swt telah berfirman di dalam Al-Qur'an:

        "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung". (Ali Imran: 104)

        Memberikan nasihat tentang penyebab kebencian orang banyak terhadapnya, merupakan bagian mengajaknya kepada yang makruf.

        Namun jika kemungkinan kedua yang terjadi, yaitu penyebab kebencian muncul dari hati kita sendiri, maka kita perlu sedikit demi sedikit menghilangkannya. Sebab, itu merupakan penyakit hati yang harus dihilangkan. Jika tidak, maka akan membakar amal kebaikan kita seperti api yang membakar kayu ranting yang kering. Apabila dibiarkan, niscaya menjadi penyakit yang menyesakkan diri sendiri. Itulah kondisi yang digambarkan Allah Swt di dalam Al-Qur'an:

        "….Apabila mereka  menjumpai kamu, mereka berkata:"Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahamu itu."Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati". (Ali Imran: 119)

        Orang-orang munafik itu benci dan marah kepada orang-orang mukmin. Kebenciannya muncul karena penyakit di dalam hati mereka, bukan karena orang-orang mukmin. Terapi yang perlu dilakukan adalah menyadarkan diri bahwa kebencian yang tersimpan di dalam hati itu dapat dengan jelas dlihat oleh Allah. Sehingga sudah sepantasnya kita malu kepada Allah Swt.

        Apabila kita tidak mengetahui penyebab kebencian yang muncul dalam hati, maka ada baiknya kita kembali pada sebuah ayat Al-Qur'an yang seakan-akan sudah menjadi kata mutiara berikut ini.

        "…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai  sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui". (al-Baqarah: 216)

        Kebencian kadang membawa kepada kencinaan. Mencintai sesuatu janganlah berlebihan, karena bisa jadi kebencian itu berubah menjadi cinta di suatu hari kelak. Begitu juga sebaliknya, mencintai sesuatu janganlah berlebihan. Sebab, kecintaan itu bisa jadi menjelma kepada kebencian yang membara. Sungguh sangat bijak sabda Rasulullah Saw dalam sebuah hadisnya:

        "Cintailah kekasihmu dengan sewajar-wajarnya. Bisa jadi dia akan menjadi orang yang kau benci di suatu hari. Bencilah orang yang kamu benci sewajarnya, siapa tahu dia menjadi kekasihmu di suatu hari". (HR.ath-Thabarani)