Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Rabu

AKU SIBUK, TAPI AKU HARUS TETAP MENGAJARI ANAK-ANAKKU

        Manusia diciptakan membawa rasa cinta kepada harta dunia dan anak. Fitrah bawaan manusia ini sering membuat manusia jatuh ke dalam masalah keluarga. Dengan kata lain, di sisi lain dia ingin memunyai harta yang berkecukupan, bahkan banyak. Di saat yang sama, dia juga menginginkan anaknya menjadi hebat, pandai, dan cerdas serta membanggakan.

        Maria adalah seorang wanita karir dalam bidang busana Muslimah. Rancangannya sudah terjual ke luar negeri dan sering dipakai oleh para artis dan ustadz selebritis yang tampil di televisi-televisi lokal. Baginya, dunia karirnya itu adalah hidupnya. Maria sudah dikaruniai anak yang kedua. Anak pertama dirawatnya dengan baik dan kini sudah masuk salah satu Islamic boarding school bergengsi di kotanya. Maria menghadapi masalah dengan anak keduanya yang masih berusia dua tahun empat bulan.

        Permasalahan Maria adalah ingin menjadi ibu yang baik, yang selalu mengawasi dan menjaga anak-anaknya, sekaligus tetap berkarir di dunia fashion yang sedang dia geluti dengan sukses. Ketika bertanya kepada salah seorang ustadz terkenal, yang juga memakai busana rancangannya, Maria mendapatkan pelajaran dari firman Allah Swt:

        "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warna kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu". (al-Hadid: 20)

        Yang digarisbawahi oleh sang ustadz adalah "bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak". Maria ingin menjadi Ibu yang bangga dengan anak-anaknya, sekaligus sukses dalam karir dan usahanya. Menurut sang ustadz, semenjak dahulu hingga akhir zaman, itulah isi dunia.

        Sang ustadz, melalui ayat panjang yang dibacanya itu, hanya ingin mengingatkan kembali posisi kehidupan dunia diandingkan kehidupan akhirat yang kekal abadi, yang hanya memiliki dua pilihan: siksaan pedih atau ampunan dari Allah Swt dan keridhaan-Nya. Maria harus pandai-pandai mengarahkan karirnya bukan hanya untuk mengumpulkan harta, kesuksesan, dan nama besar, tapi juga harus membbuat karirnya adalah karir bernilai dan berorientasi pada akhirat.

        Begitu juga, ketika berusaha menjadikan anak-anaknya sebagai putra putri yang cerdas, pandai, saleh, dan membanggakan; semua itu harus didasarkan kepada maksud dan tujuan akhirat, bukan untuk alasan dunia.

        Tidak ada salahnya sesekali membawa anak yang masih berusia dua tahun empat bulan itu untuk ikut ke kantor, atau pindah kantor di rumah saja, karena harus menjaga buah hati tercinta. Selain itu,membagi waktu dan kosentrasi pikiran juga harus dilakukan dengan cerdas. Pilihlah waktu-waktu produktif bagi anak seusianya untuk mendapatkan teman dan bimbingn dari orang tua. Sementara untuk karir, sediakan kesempatan yang cukup sampai usia anak menginjak dewasa dan tidak terlalu banyak menguras perhatian ibu. Wallahu a'lam.