Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Sabtu

AKU SUDAH TIDAK KUAT LAGI MENGHADAPI COBAAN DEMI COBAAN INI

        Syamsul Hilal benar-benar berduka. Betapa tidak, pada bulan lalu dirinya kehilangan istrinya yang kecelakaan ditabrak mobil saat menyeberang jalan raya. Satu bulan kemudian, dia harus berhenti bekerja dari kantornya karena atasannya mengeluarkan dirinya secara sepihak. Pada bulan itu juga, Syamsul kehilangan anaknya yang tidak tertolong, karena penyakit demam berdarah.  Sekarang, Syamsul hidup sebatang kara. Tak ada yang menemani dan hanya hidup mengandalkan belas kasihan dan pemberian orang-orang di sekitarnya. Sebab, penyakit stroke telah membuat Syamsul tidak dapat bekerja lagi.

        Musibah atau bencana datang bertubi-tubi, tak ada yang dapat menghindar jika Allah menghendaki. Bagi Syamsul Hilal, tak ada alasan untuk apa pun untuk menalahkan orang lain atau takdir, demi mendapatkan ketenangan jiwa. Menyalahkan orang lain atau takdir Allah, bukanlah sebuah penyelesaian masalah. Jika kita melakukan hal itu, maka kita hampir mirip dengan orang-orang munafik yang hidup pada zaman Rasullah Saw. allah menyinggungnya di dalam Al-Qur'an:

        "Maka bagaimana halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna". (an-Nisa: 62)

        Dalam kondisi seperti yang dialami Syamsul Hilal di atas, seorang Muslim yang beriman kepada Allah Swt dan Al-Qur'an dilarang keras untuk berputus asa dan hanya menunggu  kematian saja, bagaimanapun keadaannya. Bukankah Allah Swt sudah sering mengingatkan kita agar jangan berputus asa ketika bencana atau musibah datang bertubi-tubi?

        "Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa". (ar-Rum: 36)

        Sebagai hiburan untuk kita, ada baiknya menyadari bahwa musibah atau bencana yang menimpa adalah ulah tangan kita sendiri. Jika tidak demikian, maka Allah Swt memunyai rahasia lain. Allah Swt berfirman di dalam Al-Qur'an:

        "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perebuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)". (asy-Syura: 30)

        Akhirnya, hanya orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah Swt yang dapat mencari hikmah dan pelajaran dari musibah-musibah yang menimpanya. Sesudah musibah atau bencana, akan terbit kembali cahaya kesuksesan dan keberhasilan di sisi Allah Swt di akhirat. Perhatikan firman Allah Swt berikut ini.

        "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu". (at-Taghabun: 11)