Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Kamis

ANAKKU TIDAK BERTANGGUNGJAWAB, BAGAIMANA MENDIDIKNYA?

        Seringkah kita menyuruh anak kita membereskan mainannya sehabis bermain, tapi ia tidak mau melakukannya? Anak selalu minta disiapkan buku-buku pelajaran untuk hari besok? Anak tidak mau mengerjakan PR di rumah? Anak tidak mau merapikan tempat tidurnya, setelah dia bangun tidur di pagi hari? Kebiasaan-kebiasaan itu nantinya bisa menjadikan anak tumbuh dewasa sebagai orang yang tidak bertanggung jawab.

        Orang tua tidak seharusnya membiarkan anaknya tumbuh tanpa memiliki rasa tanggung jawab. Adalah kesalahan jika karena alasan menyayangi anak, tidak percaya dengan kemampuannya, atau karena tidak ingin membebaninya, kemudian ia tidak pernah diberi tugas.

        H.Abdul Jalil adalah seorang saudagar yang kaya raya di sebuah desa. Dia memiliki ratusan kios dan puluhan hektar tanah. Fauzan sebagai anak semata wayangnya, tidak pernah sekalipun dilibatkan dalam mengatur kios-kiosnya, apalagi pergi ke lading yang berhektar-hektar itu. Fauzan hanya disuruh di rumah, sekolah, kuliah, dan bermain dengan teman-temannya. Fauzan akhirnya menjadi pribadi yang tidak bertanggung jawab dalam menjalani hidupnya. Fauzan sering lari dari tanggung jawab dan permasalahan yang dia buat sendiri.

        Bertangung jawab merupakan sikap menanggung sesuatu hal, jika si pelaku melakukan kekeliruan, maka dia boleh dituntut, dipersalahkan, bahkan dihukum sesuai aturan yang ditetapkan dan disepakati. Selain peran guru di sekolah, orang tua juga berperan penting memberikan pengertian dan pemahaman tentang tanggung jawab kepada anak.

        Bukankah Allah Swt berfirman di dalam Al-Qur'an:

        "Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar". (al-Anfal: 28)

        Anak menjadi cobaan bagi orang tua untuk mendidiknya, termasuk memperhatikan perkembangannya dalam bertanggung jawab. Salah satu bentuk pendidikan agar anak bisa bertanggung jawab adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk memperbaiki kesalahan atau kekurangannya, agar bisa menjadi lebih baik.

        Perlu juga ditekankan kepada anak bahwa bertanggung jawab adalah sikap yang diperintahkan di dalam agama Islam. Hal itu sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis Rasulullah Saw yang terkenal.

        "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin dan bertanggungjawab atas rakyatnya. Laki-laki adalah pemimpin di dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang pembantu adalah pemimpin atas harta majikannya dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Jadi, kalian semua adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya". (HR. Bukhari Muslim)

        Pemahaman semacam ini perlu ditanamkan kepada seorang anak hingga rasa tanggung jawab dapat tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan fisik dan psikologisnya. Kesadaran tentang tanggung jawab yang merupakan begian dari ajaran Islam ini, seharusnya diajarkan terhadap anak, lebih-lebih menjelang anak itu dewasa.

        Sudah seharusnya seorang ayah memberikan kesempatan kepada anaknya untuk belajar bertanggung jawab dengan melibatkannya dalam pengambilan keputusan dan hal-hal lain yang cukup besar dan berisiko. Orang tua pun harus pandai memilih tanggung jawab apa yang sepantasnya dijadikan medan pendidikan bagi anaknya dalam melatih dan mengembangkan rasa tanggung jawabnya.