Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Rabu

APAKAH NAMA YANG PANTAS UNTUK BUAH HATIKU INI?

        Nama merupakan kata untuk menyebut atau memanggil orang. Banyak di antara pasangan suami istri yang baru saja dikaruniai anak, mengalami kebingungan untuk memilih nama untuk buah hatinya. Kebanyakan orang tua memberikan nama-nama yang merupakan nama tokoh idola dan menjadi figur di tengah masyarakat.

        Jangan pernah salah memberikan nama. Karena jika salah memberikan nama, mungkin menjadi beban untuk anak kelak ketika dewasa. Di hari Kiamat pun, semua manusia akan dipanggil satu per satu, dengan namanya dan nama orang tuanya.

        Nama yang baik adalah nama yang mengandung harapan dan doa dari yang memberikan nama. Jangan heran jika orang-orang tua Jawa zaman dahulu memberi nama anaknya dengan nama "Untung", "Bejo, "Slamet" dan sejenisnya. Orang tuanya berharap agar anak yang diberi nama itu menjadi orang yang beruntung, orang yang mendapatkan kebaikan, dan keselamatan di dunia akhirat.

        Setidaknya Allah Swt di dalam Al-Qur'an sudah memberikan sinyal untuk hal itu. Apabila kita perhatikan, di dalam Al-Qur'an tak ada panggilan yang jelek. Allah Swt sendiri tidak pernah memanggil nabi kita dengan namanya secara langsung. Allah Swt selalu memanggil beliau di dalam Al-Qur'an dengan sebutan "Ya ayyuhan nabiyyu" (wahai nabi) "Ya ayyuhar rasulu" (wahai Rasul). Allah Swt tidak pernah memanggil nama asli beliau,"Muhammad", meskipun arti "Muhammad" itu adalah orang yang terpuji.

1.       Pastikan kita mengetahui dari bahasa apa nama yang kita berikan kepada anak kita. Kalau dari bahasa asing, maka pastikan apa arti dari nama yang akan kita berikan, jika diterjemahkan ke dalam bahasa kita.

2.       Jangan terpengaruh dengan nama-nama yang kelihatan-kelihatannya indah, tapi sebenarnya nama-nama yang dipakai sebagai nama orang-orang kafir, setan, barhala, dan sejenisnya. Misalnya, "Uzza, Lata Jahim, Abu Lahab, dan sebagainya.

3.       Jangan salah memberi anak nama yang menisbatkan penghambaan kepada selain Allah Swt, misalnya Abdun Nuqud (hamba uang) abdush Shanam (hamba berhala). Sebaik-baiknya nama yang dicintai Allah Swt adalah nama hamba yang dinisbatkan kepada-Nya, misalnya Abdullah, Abdurrahman, Abdurrahim.

4.       Rasulullah pernah melarang memberikan nama, yang jika dipanggil akan menyebabkan pesimisme, misalnya diberi nama "Bejo". Ketika ditanya:"Ada Bejo nggak di sana?" Maka jika tidak ada dan kita menjawabnya, "Bejo tidak Ada", seakan-akan jawaban ini memberikan pesimisme tentang adanya keberuntungan. Rasulullah Saw tidak menganjurkan dan melarang hal semacam itu dalam sabdanya:

        Sebaik-baik perkataan menurut Allah adalah Ia ilaha illallah, allahu akbar, subhanallah, dan alhamdu lillah, tidak masalah memeberi nama anakmu dengan nama Yasar (kemudahan), Rabah (keberuntungan), Najih (kesuksesan), dan Aflah (yang lebih beruntung). Karena, jika kamu bertanya:'Apakah dia (orang dengan nama-nama tersebut) di sana?' kemudian kebetulan dia tidak ada, maka orang akan menjawab,"Tidak ada". (HR. Imam al-Baihaqi dan lainnya)