Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Rabu

BAGAIMANA AKU MENUNJUKKAN JATI DIRIKU?

        Seorang wali datang karena mendapatkan surat panggilan dari guru BK (bimbangn konseling) tempat sekolah anaknya. Terlihat orang tua itu dari keluarga dengan kelas ekonomi di atas rata-rata. Setelah memasuki ruang sekolah dan menghadap kepala sekolah, ternyata ada masalah yang serius dengan anaknya. Anaknya sudah lama tidak membayar uang sumbangan sekolah yang dibebankan setiap bulannya hingga setengah tahun. Padahal, jika dilihat dari level sosial dan tingakt kesejahteraan orang tuanya, siswa itu pasti mampu membayar uang sumbangan bulanan tersebut.


        Setelah usut sana sini, akhirnya diketahui bahwa uang bantuan bulanannya itu digunakan untuk mentraktir teman-temannya setiap awal bulan. Ketika orang tuanya bertanya kepadanya, tak ada jawaban yang jelas mengapa anaknya melakukan hal itu? Nah, di saat inilah orang tua harus menyadari perkembangan pembentukan pribadi seorang anak yang mulai menginjak dewasa. Mereka ingin diakui keberadaannya oleh teman-temannya, sehingga cara-cara yang kekanak-kanakan pun mereka lakukan. Misalnya, mentraktir di kantin meskipun menggunakan uang sumbangan bulanan yang semestinya dibayarkan kepada pihak sekolah.

        Apa sesungguhnya jati diri itu? Apa sebenarnya jati diri yang ingin ditunjukkan oleh seorang di masa menjelang dewasa? Gordon Allport memberikan penjelasan bahwa jati diri yaitu bentuk pengaturan dinamis yang terjadi di dalam individu terhadap sistem-sistem psikofikis yang menjadi pembeda, ciri khas, dan idenya. Pengertian lain tentang jati diri adalah sejumlah sifat tubuh, akal, psikologis, sosial, rohani, dan seterusnya, yang mana sifat-sifat itu tidak flat dan berpotensi untuk terpengaruh atau memengaruhi individu lain.

        Pada saat inilah masalah muncul. Sebab, jika anak dibiarkan dan tidak diberikan pemahaman serta lahan untuk menunjukkan jati dirinya secara tepat, maka anak akan jatuh dalam bencana yang fatal. Satu ayat yang harus ditekankan adalah firman Allah Swt.

        "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesunguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".(al-Hujurat: 13)

        Ketakwaan harus dapat menjadi sebuah sistem dinamis yang bergerak di dalam jiwa seseorang yang menginjak dewasa, agar mereka merasa dapat menunjukkan jati dirinya dalam bentuk ketakwaan, bukan dalam bentuk yang merusak atau sikap dan perbuatan yang negatif. Ketakwaan tersebut diwujudkan dalam banyak bentuk: ketakwaan dalam perbuatan, berkata-kata, dan berpikir, sehingga mereka dapat berkembang dinamis menjadi pribadi dewasa yang bertakwa.