Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Selasa

BERSEMBUNYI DARI HUTANG YANG TAK KUNJUNG TERBAYAR?

        Dengan tidak bijak, Nurul Alam berkata kepada anaknya yang berusia sekitar lima tahun,"Bukakan pintu untuk tamu, ya Nak. Bilang kepadanya kalau Bapak tidak ada". Sering sekali Nurul Alam menyuruh anaknya berbohong kepada tamu yang menagih hutang kepadanya. Di samping sama dengan mengukir perilaku bohong di dalam otak anak kecil, berbohong adalah maksiat dan penyakit yang membahayakan, jika dibiarkan.

        Hutang menjadi salah satu cara sebagian orang untuk menutup kebutuhan dan hajat keluarganya. Namun, jika kelakuan ini dibiarkan terus menerus, bukan hanya gali lobang tutup lobang, tetapi seseorang bisa tertimbun dalam hutang dan akhirnya menanggung hutang yang begitu banyak. Ingatlah, jika kita meningal dunia dengan menanggung hutang, maka Allah Swt tidak bisa menerima kita di sisi-Nya.

        Keluarga yang menghadapi masalah seperti sebenarnya tidak harus sampai berbohong. Hutang yang jatuh waktu pembayarannya memang harus dibayar, tapi sebenarnya masih ada jalan yang lebih baik daripada harus berbohong seperti kisah di atas, yaitu menghadapi si penagih hutang lalu meminta jangka waktu lagi untuk membayar hutangnya. Si penagih hutang pun, jika benar-benar Muslim yang taat, seharusnya teringat firman Allah Swt, sehingga tidak akan marah:

        "Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui".  (al-Baqarah: 280)

        Memberikan tambahan tempo dan jauh lebih baik adalah membebaskannya dari tanggungan hutang itu, jika memang hutang itu digunakan untuk menafkahi keluarganya dan dia pun sudah berusaha melunasinya dengan sekuat tenaga. Pendapat Ibnu Abbas, adh-Dhahhak, al-Hasan, dan sejumlah ulama, mengatakan bahwa memberikan tenggang waktu kepada orang yang belum bisa membayar hutang pada saat jatuh tempo, hukumnya adalah wajib, dan tidak tidak diperbolehkan mengambil keuntungan dengan cara riba atau sejenisnya. Itulah yang disebutkan Imam al-Alusi di dalam kitab Tafsirnya.

        Membebaskan hutang, dalam istilah fikihnya disebut ibra' (membebaskan tanggung jawab hutang atas seseorang). Apa untungnya bagi kita? Banyak sekali. Salah satunya adalah bisa digunakan menjadi media membayarkan zakat harta kita. Bukankah orang-orang yang punya hutang itu termasuk golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana yang sudah disebutkan Allah Swt dalam firman-Nya tentang orang-orang yang berhak menerima zakat, yaitu kelompok gharim (yang menanggung hutang). Permasalahan zakat bagi gharim, secara lebih terperinci dapat dirujuk kembali dalam kitab-kitab fikih. Walahu a'lam.