Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Selasa

Wasiat Dari Rasulullah Saw

        Suatu hari, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Saw, memohon agar diberi wasiat dan petuah bijak. Dia berkata kepada Rasulullah Saw, "Wahai Rasulullah, berwasiatlah kepadaku". Rasulullah Saw hanya bersabda singkat, "La taghdhab". (jangan marah). Kata itu diulang-ulang beliau, hingga berkali-kali. Rasulullah Saw juga bersabda dalam sebuah haditsnya:



        "Orang yang kuat itu bukanlah yang mahir bergulat. Namun, orang yang kuat adalah orang yang dapat menguasai dirinya (nafsunya)ketika marah". (HR.Bukhari Muslim)

        Mengapa "jangan marah"? Karena marah itu akan menghalangi manusia untuk berpikir rasional. Jika sudah begitu, maka orang tidak akan bisa tenang. Jika sudah tidak bisa tenang, maka tidak mungkin dia mampu merespon masalah dengan keputusan dan sikap yang bijak.

        Menolak sebuah permasalahan dengan baik, bukan berarti kita menolak tangung jawab dan kewajiban yang kira-kira akan memicu munculnya permasalahan. Namun, yang dimaksud dengan defensif dengan cara yang lebih baik adalah seperti yang difirmankan Allah Swt berikut ini.

        "Tolaklah (kejahatan itu)dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan, seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia".(Fushshilat: 34)

        Rasulullah Saw selalu dapat mengatur dan memanajemen dirinya dengan berbuat dan bersikap yang lebih baik daripada sikap orang lain kepadanya. Setiap kali Rasulullah Saw menghadapi orang-orang kafir yang berbuat buruk kepadanya, maka beliau selalu menolaknya dengan sikap dan perbuatan yang lebih baik. Rasulullah Saw tidak pernah marah dengan sikap buruk orang lain kepadanya. Tidakkah kita ingat bagaimana Abu Jahal, Abu Lahab, dan istrinya, serta semua penduduk Tha'if, memusuhi Rasulullah Saw?

        Inilah salah satu kunci Rasulullah Saw menyelesaikan masalah hidup yang terkadang datang dari orang lain. Salah satu ciri orang yang berakal sempurna adalah mampu menyelesaikan masalahnya dengan cara ini. Itulah yang disinggung Allah Swt di dalam sebuah firman-Nya:

        "….serta menolak kejahatan dengan kebaikan. Orang-orang itulah yang mendapatkan tempat kesudahan (yang baik)".(ar-Ra'd: 22)

        Selain membalas keburukan dengan kebaikan, sikap preventif perlu kita ambil, dengan berbuat baik kepada orang-orang yang kita khawatirkan akan membuat masalah dimasyarakat, kantor, atau di tengah-tengah kehidupan kita. Sebaiknya kita bersikap baik kepada orang-orang itu, misalnya dengan memberinya hadiah, senyum, atau sapaan yang ramah, sebelum kekhawatiran itu benar-benar terjadi dan berujung kepada tindakan yang destruktif dan merugikan kita.

        Lihatlah, bagaimana seorang manajer yang dapat mengambil hati pegawai-pegawainya dengan berbuat baik kepada mereka. Perhatikan bagaimana seorang suami dapat menundukkan hati istrinya yang sebentar lagi akan meledak kemarahannya. Kunci solusi permalahan ini adalah mencairkan suasana dan masalah yang sedang atau terjadi. Insya Allah.