Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Selasa

HUSNUZH ZHAN (POSITIVE THINKING)



Mari sejenak merenungkan dan memosisikan diri kita sebagai Umar bin al-Khaththab ra. ketika putrinya, Hafshah, menjadi seorang perempuan yang berstatus janda, maka sebagai seorang ayah, Umar bin Khaththab bermaksud untuk menikahkan putrinya itu dengan laki-laki yang dianggapnya baik dan saleh. Ketika itu, dia minta Abu Bakar untuk menikahi Hafshah. Namun, Abu Bakar hanya diam seribu bahasa tidak menjawab tawaran itu. Tidak putus asa, Umar kemudian menawarkan putrinya kepada Utsman bin'Affan untuk dinikahi. Namun, 'Utsman menjawab,"Sepertinya aku belum bermaksud menikahinya".

Ketika kita dalam kondisi seperti itu, maka apa yang kita rasakan? Tentu kecewa, bukan?! Jika kita biarkan rasa kecewa itu, maka akan muncul dugaan-dugaan buruk kepada orang yang menolak tawaran kita untuk menikahi putrid kita?! Tunggu dulu, boleh kita kecewa, tapi jangan dilanjutkan dengan sikap buruk sangka kepada orang lain.

Dalam kondisi seperti itu, Umar kemudian mengadu kepada Rasulullah Saw. beliau kemudian meyakinkan Umar agar tetap berpikir positif. Rasulullah Saw.bersabda kepada Umar, yang artinya, "Hafshah, putrimu, akan dinikahi oleh laki-laki yang lebih baik dibandingka 'Utsman. Dan 'Utsman pun akan menikah dengan perempuan yang lebih baik daripada Hafshah".

Beliau ingin menumbuhkan prasangka baik dalam diri Umar saat menghadapi masalah pernikahan putrinya. Itulah yang ingin dibangun Rasulullah Saw.dalam hati Umar bin Kaththab. Akhirnya, Hafshah pun dinikahi oleh Rasulullah Saw sendiri dan Utsman dinikahkan dengan putrid Rasulullah, Ruqayyah.

Saudaraku, selain kesabaran yang harus selalu mengiringi sebuah masalah atau cobaan, permasalahan yang menggelayuti diri seseorang juga perlu didorong dengan berpikir positif, sehingga masalah akan mudah dipecahkan. Berpikir positif kepada Allah Swt.bahwa Dia akan segera memberikan solusi dan pemecahan masalahnya. Berhusnuzan kepada Yang Maha Mengatur segalanya, bahwa tiada kesulitan, kecuali diiringi dengan kemudahan.

Berpikir positif ini selain wajib dilakukan berkaitan dengan Allah Swt,juga harus dilakukan berkaitan dengan si pemilik masalah kita. Husnuzan menjadi sebuah kewajiban bagi setiap Muslim bukan? Bukankah sebagian prasangka yang buruk ini adalah dosa? Firman Allah Swt di dalam ayat Al-Qur'an:

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (buruk), karena sebagian prasangka itu dosa". (al-Hujurat: 12)

Percayalah, bahwa berbaik sangka (husnuzan) kepada sesama Muslim itu dapat meringankan beban masalah. Sewaktu masalah menghampiri, jangan buru-buru berburuk sangka, karena prasangka itu justru akan menambah masalah itu lebih berat. Berpikirlah tentang masalah itu serta solusinya, bukan berpikir siapa penyebabnya, apalagi sampai berpikir bagaimana membalas orang yang kita curigai itu.

Kuncinya adalah positive thinking (huznuzan) kepada Allah Swt.orang lain, bahkan diri sendiri, bahwa dirinya dapat keluar dan menyelesaikan masalah itu. Dengan kunci awal ini, seseorang bisa mendapatkan solusi yang baik. Sebaliknya, jika di awal masalah saja dia berpikir buruk, maka solusi yang akan diambil pun merupakan solusi yang buruk pula.

           Sangat ironi, jika sampai buruk sangka ini menimbulkan masalah yang sebelumnya tidak ada. Tidakkah kita menyadari bahwa sesengguhnya banyak sekali masalah dalam hidup ini yang hanya terbangun di atas dugaan-dugaan dan anggapan-anggapan yang belum tentu benar dalam kenyataan? Kita sangat sering membuat dan membangun masalah-masalah kita sendiri di atas khayalan, prasangka buruk, dan pemahaman yang salah.