Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Rabu

ISTIRJA’ (MENGEMBALIKAN KEPADA ALLAH)

        Tentunya kita masih ingat dengan baik, bukan, tentang kisah shahabiyah yang cantik bernama Ummu Salamah? Sewaktu kematian suaminya, Ummu Salamah merasakan bahwa masalahnya tidak bisa terselesaikan dengan suami pengganti. Namun, dengan penuh keimanan, Ummu Salamah mengucapkan kalimat istirja' dengan keyakinan akan janji Allah Saw untuk menyelesaikan masalah, sebagaimana sabda Rasulullah Saw dalam sebuah hadis:


        "Tiada seorang Muslim yang ditimpa musibah (masalah), kemudian mengucapkan: " Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang kembali kepadanya). Ya Allah berilah pahala untukku dalam musibahku (masalahku) dan berikanlah ganti yang lebih baik darinya,"kecuali Allah akan memberikan ganti yang lebih baik darinya", kecuali Allah akan memberikan ganti kepadanya dengan yang lebih baik darinya". (HR. Imam Muslim)

        Ummu Salamah pun mengucapkan kalimat itu dan Allah kemudian memberikan pemecahan masalahnya dengan cara memberikan suami pengganti yang jauh lebih baik, yaitu Rasulullah Saw. Ummu Salamah diperistri Rasulullah Saw padahal sebelumnya Ummu Salamah tidak pernah membayangkan akan ada seorang pengganti yang lebih baik dibandingkan suaminya.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un adalah kalimat istirja'. Kebanyakan orang mengucapkannya hanya saat mendengar kabar kematian seorang. Padahal, kalimat itu lebih dalam artinya dan tidak hanya diucapkan di waktu mendengar kabar kematian seseorang saja.

        Dalam salah satu teori filsafat dikatakan bahwa sesungguhnya wujud hakiki dan sejati hanyalah Allah Swt. Segala yang wujud di dunia seakan menjadi pantulan cermin eksistensi Allah Swt. Makhluk yang bersih dan suci akan kembali kepada wujud yang hakiki itu, sementara makhluk yang kotor akan sulit menjadi cermin dari eksistensi wujud yang hakiki.

        Kita kadang tidak menyadari bahwa masalah seringkali muncul dari dalam diri kita sendiri. Dengan berusaha mengembalikan masalah kepada Allah Swt, berarti kita berusaha membersihkan dan menyucikan jiwa dari debu-debu yang kadang mengganggu hubungan  kita dengan Allah Swt. Ketika seseorang dihadapkan dengan permasalahan dan dengan sombong dia merasa mampu menyelesaikannya tanpa pertolongan Allah, niscaya tertutuplah salah satu kunci keberhasilan yang besar di hadapannya.

        Dengan mengembalikan masalah kepada Allah Swt, kita tidak akan terbawa berlarut-larut di dalam masalah yang satu ini. Dengan mengembalikan problem kita kepada Allah Swt, sejatinya kita sudah berjalan satu langkah ke depan dalam menyelesaikan satu permasalahan. Maka, kembalikan masalah dan urusan kita kepada Allah Swt, niscaya pantulan dari cahaya Allah Swt sebagai wujud hakiki itu akan memberikan cahaya terangnya. Amin.