Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Selasa

ISTRIKU MENINGGALKANKU DAN RUMAHKU

        Sholahuddin yang bekerja sebagai petani dan dari keluarga petani, menikah dengan Sayyidah yang bekerja sebagai guru di salah satu sekolah swasta setingkat SMP. Sholahuddin sudah hampir dua bulan ini terlihat murung dan kurang terawat. Pasalnya, istrinya ngambek dan pergi ke rumah orang tuanya. Entah permasalahan apa yang terjadi di antara mereka, sehingga Sayyidah yang alumni pondok pesantren itu sampai meninggalkan Sholahuddin dan lebih memilih tinggal bersama orang tuanya.

        Setelah disarankan temannya, Sholahuddin yang ditinggal istrinya 'purik' ke rumah orang tuanya ini pun, curhat dan berkonsultasi kepada seorang tokoh agama di kampungnya. Dalam konsultasi kepada seorang tokoh agama di kampungnya. Dalam konsultasinya itu, sang tokoh agama membacakannya sebuah ayat Al-Qur'an yang berbunyi:

        "Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dareio keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal". (an-Nisa: 35)

        Benar, salah satu tips dan cara untuk menyelesaikan masalah seperti yang di hadapi oleh Sholahuddin adalah dengan memusyawarahkan secara kekeluargaan. Siapa yang melakukan musyawarah itu? Menurut ayat dia atas, bukan dengan cara mempertemukan suami dan istri, tapi dengan mengirimkan orang  yang dipercaya dari pihak perempuan (istri) untuk bermusyawarah mencarikan jalan terbaik bagi pasangan suami istri itu.

        Hakam dari kedua belah pihak tersebut, sebagaimana disebutkan di dalam ayat di atas, menurut Imam al-Alusi dalam kitab Tafsirnya, adalah seorang laki-laki yang adil (dapat dipercaya) dan mengerti politik mendamaikan dua pihak yang bersengketa untuk suatu kemaslahatan.

        Yang perlu diketahui, wakil untuk perdamaian itu seharusnya dari keluarga masing-masing pasangan. Mengapa disyaratkan seperti itu? Karena keluarga merupakan orang-orang dekat yang diharapkan bisa membawa kemaslahatan untuk kedua pasangan. Merekalah orang-orang terdekat yang dapat dipercaya dan mengetahui, benarkah kedua pasangan itu benar-benar masih saling sayang, atau sudah tidak lagi saling berkasih sayang.

        Menjadi orang yang baik dan membangun karakter yang mengajak kepada kebaikan, adalah cita-cita keluarga yang mendambakan kebahagiaan di akhirat kelak.

        Tentunya kita masih ingat dengan baik bukan, ketika Ali bin Abi Thalib bertengkar dan memunyai masalah dengan istrinya, Fathimah binti Rasululah Saw. Ali bin Abi Thalib pergi dari rumahnya dan tidur di masjid yang masih berlantaikan tanah. Ketika itu, datanglah Rasulullah Saw sebagai hakam (yang menengah-nengahi) dan mencarikan jalan keluar untuk rumah tangga Ali bin Thalib dengan istrinya. Wallahu a'lam.