Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Jumat

KATA-KATANYA BEGITU PEDAS MEMBAKAR EMOSI

        Getaran jiwa yang mendorong seseorang untuk bereaksi secara psikologis dan fisiologis, yang muncul dan hilang secara tiba-tiba, itulah emosi. Setiap manusia pasti memiliki permasalahan. Ada sebagian orang yang dimudahkan oleh Allah Swt untuk menyelesaikannya. Ada juga yang justru sebaliknya. Jika seseorang menyelesaikan permasalahan dengan emosi, alih-alih memecahkan masalah tersebut, justru hal itu membuat masalah baru yang lebih sulit dan rumit.

        Dalam satu even peringatan Nuzulul Qur'an, ketua panitia mendapatkan kritikan dari banyak pihak, termasuk dari ketua takmir masjid. Masalahnya sebenarnya cukup sederhana, yaitu hanya kekurangan beberapa kotak snack saja. Namun, karena emosi ketua panitia memuncak, maka satu karung snack dia lempar sehingga banyak yang hancur. Walhasil, kekurangan snack pun semakin banyak.

        Saran yang terbaik adalah cepat menyadari kritikan dan jika emosi meluap, maka harus cepat ditahan. Kemudian, memaafkan kata-kata orang yang telah membuat telinga pedas. Seperti firman Allah Swt dalam Al-Qur'an berikut ini.

        "Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf". (asy-Syura: 37)

        Ketakwaan merupakan salah satu jalan untuk mendapatkan solusi. Karena itu, ketahuilah bahwa kemampuan menahan emosi menjadi salah satu tolok ukur ketakwaan seseorang. Dengan kata lain, semakin bisa menahan emosi, maka semakin terbuka kemungkinan untuk mendapatkan jalan keluar dari masalah.

        Allah Swt berfirman dalam sebuah ayat Al-Qur'an:

        "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa; yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan (kesalahan) orang lain, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan". (Ali Imran: 133-134).

        Selain berwudhu, untuk mengatasi emosi yang muncul dan memuncak, sebaiknya mencoba cara yang disebutkan Rasulullah Saw dalam sabdanya:

        "Apabila seseorang di antara kamu sedang marah dalam keadaan berdiri, maka hendaklah dia duduk. Bila emosinya belum mereda, maka hendaklah ia berbaring". (HR. Imam al-Baihaqi)