Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Jumat

MASYARAKAT DI SEKITARKU TIDAK KOMPAK

        Membangun rumah milik warga secara gotong-royong dan bergiliran, masih membudaya di sebagian kecil masyarakat pedesaan. Ratusan warga desa terlibat dalam kegiatan gotong-royong untuk membantu pembangunan dan penyelesaian rumah milik salah satu warga. Berbeda dengan penghuni Perumahan Griya Shanta di kawasan sebelah ujung kota. Warganya tidak terlihat lagi saling membantu warga lain yang membutuhkan bantuan, misalnya saat punya hajat. Mereka hidup nafsi-nafsi dan  bergaya hidup individualistis.

        Hal pertama yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan kekompakan dan solidaritas di tengah masyarakat yang demikian adadah memberikan uswah hasanah (teladan yang baik) dengan melibatkan mereka untuk saling membantu. Sebagaimana Rasulullah Saw sendiri pernah kompak bersama para sahabatnya mengangkat batu dan menggali parit sewaktu Perang Khandaq.
Selain uswah hasanah (teladan yang baik), ada baiknya disampaikan tentang perintah Allah Swt kepada orang-orang Muslim untuk saling bergotong royong itu seuai dengan perintah Al-Qur'an, sebagaimana berikut ini.

        "…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan ) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong dalam dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya". (al-Ma'idah: 2)

        Usaha untuk menumbuhkan budaya gotong-royong adalah menumbuhkan  rasa saling mencintai di antara anggota masyarakat, serta memupuk rasa persaudaraan sebagai sesama manusia, sesama manusia Muslim dan mukmin yang menghambakan diri kepada Allah Swt. Firman Allah di dalam Al-Qur'an:

        "Orang-oranng mukmin itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat". (al-Hujurat: 10)

        Sebuah dari Rasulullah Saw yang cukup indah dalam menggambarkan persatuan dan menumbuhkan kekompakan adalah berikut ini.

        "Perumamaan orang-orang mukmin dalam cinta, kasih sayang serta kelembutannya, adalah seperti satu tubuh, yang apabila salah satu anggota tubuh itu merasa sakit, niscaya seluruh tubuh itu tidak bisa tidur dan merasa demam". (HR. Bukhari Muslim)

        Perumpamaan yang dibuat oleh 'Utsman bin 'Affan ra dalam hal ini juga cukup bagus. Beliau mengumpamakan seorang mukmin dengan mukmin yang lain seperti dua tangan ketika berwudhu, yang kiri membasuh yang kanan dan yang kanan membasuh yang kiri.