Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Kamis

MENGAPA ANAKKU SEPERTI KAN’AN BIN NUH? TUNGGU DULU

        Nuh As adalah seorang rasul yang diceritakan dalam kitab-kitab suci agama samawi, baik kitab Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Nama Nabi Nuh disebutkan sebanyak 43 kali dalam Al-Qur'an. Nabi Nuh As memiliki empat orang anak laki-laki yang salah satunya bernama Kan'an. Dahulu sewaktu terjadi air bah (banjir bandang) yang menutupi seluruh bumi, Allah Swt tidak menyelamatkannya.

        Dari keempat putra Nuh, hanya tiga orang yang selamat dari bencana banjir, karena mereka taat serta mengikuti ajaran yang dibawa oleh ayahnya. Adapun anaknya yang tertua, yaitu Kan'an, dia tewas karena tenggelam di dalam banjir. Ketika itu Nabi Nuh merasakan kesedihan yang begitu mendalam, karena anak pertamanya tidak mau mengikuti ajaran Allah Swt yang dibawanya.

        Di zaman kita, zaman modern ini, penulis sangt yakin bahwa sangat banyak orang tua yang kondisinya sama dengan yang dialami oleh Nabi Nuh dan Kan'an. Bahkan, di zaman sekarang, jumlahnya semakin banyak dan merajalela di mana-mana. Tak peduli apakah dia dari keluarga bangsawan dan priyayi, atau keluarga yang tidak memunyai kedudukan.

        Jika di tanah air kita telah terkenal kisah Malin Kundang yang membangkang dan berani kepada ibunya, maka di dalam Al-Qur'an, Kan'an adalah simbol untuk anak yang tidak patuh dan tidak taat kepada perintah dan kebenaran yang disampaikan oleh ayahnya. Allah Swt menceritakan di dalam Al-Qur'an:

        "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil:"Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir". (Hud: 42)

        Saran penulis untuk orang tua yang menghadapi masalah seperti di atas adalah intropeksi diri, benarkah dirinya sudah benar-benar mirip dengan Nabi Nuh, dalam arti kesalehannya seperti kesalehan Nabi Nuh dan kedurhakaannya seperti kedurhakaan Kan'an? Selain itu, perlu juga orang tua meniru apa yang dilakukan Nabi Nuh, yakni tak henti-hentinya mendoakan anak, bahkan ketika jelas-jelas dia telah membangkang. Dalam Al-Qur'an, Nabi Nuh berdoa untuk kebaikan anaknya sebagaimana berikut ini.

        "Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata: "Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya". (Hud: 45)

        Bukan malah mencaci anak dan menyamakannya dengan Malin Kundang atau Kan'an, tetapi mendoakan anak. Doa orang tua kepada anaknya ibarat doa seorang nabi kepada umatnya. Ada malaikat yang membawa dan mengantar doa itu, lalu menyampaikannya kepada Allah Swt.