Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Senin

MENGAPA PASANGANKU SUDAH MULAI TIDAK JUJUR DAN TIDAK AMANAH?

        Di antara pasangan suami-istri tidak boleh ada rahasia. Kejujuran adalah awal dari sumber kepercayaan. Bukankah dalam dakwahnya, Rasulullah Swt terlebih dahulu menunjukkan kejujurannya, sifat amanahnya, dan kesungguhan dalam segala hal yang diucapkannya, baru beliau mengajak manusia agar mereka memercayai dirinya?

        Benar sekali, kepercayaan akan diberikan kepada kita ketika kita mampu menunjukkan kejujuran kepada orang lain. Begitu juga dalam menjalani hubungan keluarga. Tidak boleh ada rahasia di antara pasangan. Allah Swt menceritakan sedikit sisi kehidupan rumah tangga Rasulullah Saw dalam hal ini. Allah Swt berfirman:

        "Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafshah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsyah dan Aisyah) kepada Muhammad, lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsyah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsyah dan Aisyah), lalu (Hafsyah) bertanya, "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab,"Telah diberitahukan hal ini kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". (at-Tahrim: 3)

        Alkisah, Rasulullah Saw pernah tidur dengan budak perempuannya yang bernama Mariyah al-Qibthiyyah, ibu dari putra beliau, Ibrahim. Kejadian itu di rumah Hafsyah yang juga istri beliau. Rasulullah Saw tidur dengan Mariyah al-Qibthiyyah di rumah istrinya, Hafshah, pada hari gilirannya dan di atas tempat tidurnya. Ketika Hafshah mengetahui kejadian itu, Hafshah berkata, "Wahai Rasulullah, ini belum pernah terjadi kepada seorang pun dari istri-istrimu, pada giliranku, hariku, rumahku, dan ranjangku".

        Rasulullah Saw kemudian bersabda kepada Hafshah, yang artinya,"Apakah kamu tidak senang jika aku bersumpah demi Allah untuk tidak mendekati Mariyah lagi dan tidak akan menidurinya lagi selamanya?" Hafshah senang dan mengiyakan. Kemudian Rasulullah Saw berkata kepada Hafshah,"Namun jangan beri tahu Aisyah tentang hal itu".

        Ringkas cerita, Hafshah ternyata tidak menjaga rahasia Rasulullah Saw tersebut dan Hafshah menceritakannya kepada Aisyah. Tak lama kemudian, Allah Saw menegur beliau, mengapa mengharamkan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah Swt demi mendapatkan keridhaan hati istrinya (Hafshah). Allah juga menegur Hafshah yang tidak amanah dan jujur menjaga rahasia suaminya (Rasulullah Saw).

        Ada baiknya kita kembali membuka bagaimana Allah menimpaka petaka kepada istri Nabi Luth dan Nabi Nuh yang berkhianat kepada suaminya. Bermain di belakang pasangan dalam kehidupan berkeluarga, merupakan sumber masalah. Cobalah untuk transparan dan berkomunikasi dengan pasangan secara baik-baik. Kata kuncinya adalah bermusyawarah. Itulah jalan terbaik. Wallahu a'lam.