Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Jumat

MENGAPA WAKTU BEGITU SEMPIT?

        Hari ini harus menyelesaikan tugas yang memasuki deadline, diminta mengerjakan tugas tambahan oleh dosen, kerjaan kantor menumpuk, tugas menemani anak-anak belajar, dan setumpuk tugas dan kewajiban lain menanti di depan mata. Padahal, semuanya harus dikerjakan dan diselesaikan pada saat yang sama. Sehari 24 jam, sejam 60 menit, dan satu menit 60 detik, tapi mengapa terasa seakan hanya beberapa jam saja?

        Semua orang dengan segala profesi dan kesibukannya, akan mengeluhkan sempitnya waktu. Untuk urusan dunia, mulai dari urusan dagang, politik, sekolah, kerja kantor, rumah tangga, semuanya terasa terasa sempit waktunya. Terburu-buru, tergesa-gesa, akhirnya panik dan menyesal karena target tercapai dengan maksimal.

        Tepat sekali jika Allah Swt bersumpah demi waktu, karena waktu memang penting dan menjadi kunci dari keberuntungan atau kebinasaan seseorang. Setiap hari Allah Swt mengajari kita sebagai umat Islam, untuk menghargai dan konsisten dengan waktu. Bukankah shalat fardhu lima waktu itu sudah diberikan batasan-batasan waktunya? Allah Swt telah berfirman:

        "Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman". (an-Nisa: 103)

        Dengan shalat yang ditentukan waktunya, seorang Muslim memiliki obat yang luar biasa dahsyatnya. Orang yang terbiasa mengundur shalat, bahkan hingga keluar dari waktu yang ditentukan, akan terbiasa untuk tidak konsisten menyelesaikan tugas dan kewajiban lain pada waktunya pula. Menyegerakan shalat jika sudah masuk waktunya ternyata memberi keluasan waktu untuk urusan dunia yang lain. Cobalah melaksanakan shalat fardhu lima waktu itu secara istiqamah di awal waktunya selama 40 hari, niscaya akan ada perubahan dalam kebiasaan kita yang sering merasakan sempitnya waktu.

        Tepat yang dikatakan sebuah pepatah Arab "al-wajibatu aktsaru min al-auqat" (kewajiban-kewajiban jauh lebih banyak dibandingkan waktu yang ada). Maka jangan pernah memiliki waktu luang atau kosong. Jadilah orang yang sibuk melaksanakan berbagai kewajiban dan tanggung jawab, jauh hari sebelum waktunya. Selalu gunakan waktu senggang kita untuk kebaikan. Sungguh tepat jika Rasulullah Saw memperingatkan di dalam hadisnya untuk berhati-hati dengan waktu kosong atau senggang. Rasulullah Saw bersabda:

        "Sesungguhnya kesehatan dan waktu senggang adalah dua kenikmatan yang banyak sekali manusia ini tertipu ( merugi) di dalamnya". (HR. ath-Thabarani)

        Ada ungkapan bijak yang mengatakan: "Barangsiapa tidak menggunakan waktu senggangnya untuk sesuatu yang halal, dia niscaya akan menggunakannya dalam keharaman". Itulah manusia. Hidupnya adalah perjuangan melawan nafsu dan setan yang tak pernah membiarkan manusia hidup dalam kebaikan.