Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Minggu

MENIKAH DENGAN AISYAH ATU KHADIJAH, YA?

        Setelah lulus sarjana dengan predikat cumlaude di kampus al-Azhar, Mesir, salah satu kampus Islam dengan predikat tertua di dunia, Andi diminta pulang oleh orang tuanya. selain karena Andi semata wayang kesayangan mereka, di juga sudah ditunggu calon istri yang sudah digadang-gadang orang tuanya sejak sebelum berangkat ke al-Azhar, Mesir.

        Namun, Andi merasa ada yang mengganjal dalam hatinya. Memang, calon istri yang digadang orang tuanya itu kaya dan dari keluarga yang terpandang di desanya. Namun, Andi juga pernah secara terang-terangan dilirik oleh kyainya sewaktu di pesantren dulu, hendak dinikahkan dengan putrinya yang cantik jelita.

        Andi merasa bimbang, jika harus memilih salah satu dari dua wanita yang menjadi calon istrinya itu. Menurut Andi, ibarat disuruh memilih antara Aisyah yang cantik, cerdas, dan pandai putri orang yang saleh, Abu Bakar ash-Shiddiq, dengan Khadijah yang terpandang dan sudagar yang kaya raya. Setidaknya itulah yang ada dalam benak Andi.

        Kali ini Andi mencoba mencari penyelesaian masalahnya dari deretan bacaan-bacaan yang pernah dipelajari dan dihafalkan sewaktu kuliah. Secara normatif, Andi mendapatkan sebuah hadis yang pernah disabdakan Rasulullah Saw dalam rangka memberikan pesan kepada para pemuda Muslim yang hendak menikah, yaitu hadis yang sangat terkenal berikut ini.

        "Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang memunyai agama, niscaya engkau akan beruntung".(HR.Bukhari Muslim)

        Andi semakin tidak menemukan jawanbannya. Apalagi di saat membuka tafsir al-Alusi pada tafsir surat Ali Imran: 42, ternyata para ulama dahulu masih berbeda pendapat tentang siapakah di antara Aisyah dan Fathimah yang lebih utama. Akhirnya, kembalilah Andi kepada firman Allah Swt berikut ini.

"Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin jauh lebih baik daripada wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang musyrik  (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik daripada orang musyrik, walaupun di menarik hatimu…."(al-Baqarah:221)

Baiklah, keimanan dan agama menjadi tolok ukur utama , sebagaimana telah ditegaskan hadis Rasulullah Saw di atas. Andi pun akhirnya beristikharah dan meminta pentunjuk manakah di antara kedua calon istri itu yang terbaik baginya, karena hanya Allah yang mengetahui kadar keimanan dan agama keduanya. Wallahu a'lam