Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Rabu

OH, AKU JATUH CINTA KEPADA DIA

        Seorang novelis Mesir bernama Mustafa Mahmud menulis sebuah karya berjudul "55 Problem Cinta". Salah satu tulisannya tentang 'Cinta Pertama'. Konon, setiap orang pernah mangalaminya. Dikisahkan Mustafa Mahmud, seorang anak hidup semenjak kecil bersama seorang anak perempuan. Mereka pergi ke mana-mana bersama, bermain bersama, saling bercerita, hal yang sebenarnya bersifat pribadi, kadang juga, bertengkar kemudian menangis bersama.



        Teman perempuannya itu cantik jelita di matanya, seakan tak ada lagi perempuan secantik dia di dunia ini. Keduanya pun akhirnya semakin bertambah usia dan rasa susah senang keduanya pun berkembang seiring usia mereka. Perempuan itu kini rajin membersihkan rumahnya, menyapu, mencuci, dan mengepel lantai rumahnya. Laki-laki itu pun akhirnya tak bisa menahan perasaan yang tiba-tiba disadarinya sebagai rasa cinta. Benar sekali, itulah cinta pertamanya.

        Saudaraku, apakah cinta itu sebuah masalah? Adakah orang yang di dalam hatinya tumbuh benih cinta itu sebenarnya sedang mengalami masalah? Sesungguhnya cinta bukanlah masalah. Justru cinta adalah karunia yang harus disyukuri. Namun, jika cinta tidak diarahkan dan dibimbing, maka sangat terbuka menjadi sebuah bencana. Allah Swt sendiri bukankah sudah berfirman dalam Al-Qur'an:

        "Dijadikan indah pada (pandangan) menusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)". (Ali Imran: 14)

        Cinta kepada lawan jenis menjadi sebuah perhiasan hidup bagi manusia. Bagi seorang pria, mencintai wanita secara benar adalah mencintai wanita dengan mengedepankan sisi kesalehannya. Dalam bahasa hadisnya, dzatud din (wanita yang memiliki agama), dalam arti semakin wanita itu shalehah, maka semakin layak wanita itu dicintai. Bukankah kita sudah sangat sering mendengar sabda Rasulullah Saw tentang hal itu?

        Mengapa masalah cinta kemudian dihubungkan dengan pernikahan? Tak lain karena cinta kepada lawan jenis seharusnya dijaga hanya untuk istri atau suami.mencintai perempuan berarti menginginkannya untuk menjadi pasangan hidup, menjadi istri yang akan menemani dalam kehidupan yang serba penuh dengan masalah. Demikian pula sebaliknya.

        Pacaran sebagai pelampiasan rasa cinta yang muncul, sebagaimana tersebar di tengah-tengah masyarakat, bukanlah sebuah cara yang benar dalam pandangan Islam dan Al-Qur'an. Perkembanagn pada masa-masa ini harus diperhatikan dengan baik, agar seorang anak tidak terjerumus ke dalam ke dalam dosa-dosa pembuka perbuatan zina: berpegangan, bermesraan, berciuman, dan akhirnya berzina.