Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Jumat

PANTASKAH ORANG MUKMIN BERHUKUM DENGAN SELAIN HUKUM ALLAH SWT?

        Imam Al-Wahidi menyebutkan sebuah kisah yang menjadi sababun nuzul suatu ayat. Pada suatu hari, terjadi pertikaian antara seorang laki-laki Muslim dengan seorang laki-laki dari golongan Yahudi. Laki-laki Muslim itu mengajak agar perselisihan itu diselesaikan di hadapan Ka'b bin Asyraf, seorang pemuka Yahudi di kota Madinah saat itu. Namun, laki-laki Yahudi tersebut berkata, "Sebaiknya kita pergi menyelesaian masalah kita di hadapan Muhammad (Rasulullah Saw) saja".

        "SHARIAH WILL DOMINATE THE WORLD"

        Setelah terjadi tarik ulur, akhirnya keduanya menghadap Rasulullah Saw. dalam hati laki-laki Muslim tadi, muncul keyakinan bahwa tidak mungkin Rasulullah Saw akan menenangkan dan membela orang Yahudi itu. Namun, anggapan itu berbalik 180 derajat saat Rasulullah Saw sudah memutuskan masalah mereka dan memberikan kemenangan untuk si Yahudi itu.

        Mendapatkan putusan semacam itu, laki-laki Muslim itu (tapi sesungguhnya dia adalah seorang munafik) mengajak untuk menyelesaikan masalah itu kepada Umar bin Khaththab. Alih-alih mendapatkan keadilan dari Umar, laki-laki munafik itu harus menghadapi pedang Umar al-Faruq. Lalu turunlah ayat Allah Swt berikut ini.

        "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya". (an-Nisa: 60)

        Kisah di atas memberikan gambaran kepada kita, bagaimana masalah akan terselesaikan, jika kita benar-benar menggunakan hukum Allah Swt. Jika kita berpaling dari hukum-Nya, justru masalah akan sulit atau bahkan gagal diselesaikan. Tidakkah kita belajar dari negara kita yang tidak berhasil dalam membasmi korupsi yang semakin menghujam ke seluruh sendi kehidupan kita? Tidakkah salah satu sebab utamanya adalah karena hukum Allah Swt untuk seorang pencuri dan pembuat kerusakan di muka bumi, belum ditegakkan? Bukankah Allah Swt sudah berfirman di dalam Al-Qur'an:

        "Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar". (al-Ma'idah: 33)

        Sungguh tepat, jika Alah Swt berfirman di dalam Al-Qur'an:

        "Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik". (al-Ma'idah: 49).