Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Minggu

PETAKA ISTRI NABI LUTH AS

        Alkisah, istri Nabi Luth As adalah seorang  wanita yang mengkhianati suaminya. Istri adalah orang paling dekat dengan seorang pria daripada siapa pun. Betapa tidak, istilah yang mengetahui segala rahasia kita. Bukankah sebuah petaka yang besar, jika istri kemudian mengkhianati suaminya? Firman Allah Swt di dalam Al-Qur'an:

        "Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Firdaus dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim". (at-Tahrim:11)
    
        Banyak ulama menolak pendapat yang mengatakan bahwa pengkhianatan istri Nabi Luth itu dalam bentuk perselingkuhan dan perzinaan dengan laki-laki lain, sebagaimana yang menjadi permasalahan banyak pasangan suami istri di zaman sekarang. Namun, bentuk pengkhianatan istri Nabi Luth As adalah dengan mengumabar rahasia Nabi Luth As kepada para musuhnya yang tidak beriman, perihal tamu-tamunya yang tampan yang berkunjung pada beliau.

        Rahasia di antara suami istri pasti ada di dalam setiap keluarga, bukan? Jangan sampai rahasia yang menjadi urusan dapur pribadi itu diberitahukan kepada orang lain. Celaan Al-Qur'an dalam ayat di atas, setidaknya memberikan cambuk kepada para istri yang sengaja menyebarkan rahasia suaminya. Istri semacam itu diancam dengan neraka, sebuah ancaman yang tidak ringan. Selain itu, sebaik-baik apa pun suami yang menjadi pasangan seorang istri pengkhianat, tetap tiada manfaatnya bagi istri yang berkhianat itu.

        Menjaga amanat merupakan sebuah kewajiban, bahkan setelah tidak menjadi pasangan suami itu lagi, misalnya karena sudah bercerai, atau karena ditinggal wafat kemudian menikah lagi. Rahasia suami pertama menjadi rahasia yang harus dijaga oleh istri, bahkan terhadap suaminya yang baru. Dengan cara seperti itulah, seorang istri akan mendapat posisi yang terhormat.

        Dalam beberapa tafsir juga disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pengkhianatan istri Nabi Nuh As dalam ayat tersebut bukan pengkhianatan dalam bentuk perselingkuhan. Namun, istri Nabi Nuh As berkhianat karena tidak mau mengikuti agama Allah Swt yang dibawa oleh Nabi Nuh As pada waktu itu. Bahkan, istrinya mengatakan," Dia (Nabi Nuh) itu orang yang gila", kepada orang-orang yang di sekitarnya. Istri seharusnya menjadi pendukung langkah-langkah suami, bukan sebaliknya.