Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Minggu

TIDAK BISA IKHLAS HANYA KARENA ALLAH SWT SEMATA

        Memberi kepada orang lain seharusnya  dilakukan dengan ikhlas karena Allah Swt. Meninggalkan tempat di dalam hati untuk selain Allah, hanya akan menimbulkan masalah di suatu hari kelak. Itulah yang dirasakan oleh H. Ramadhan, seorang dermawan dari sebuah kota di Jawa Tengah. Dalam benaknya, dia mendapatkan penghargaan dari mereka. Namun, ketika dia tidak mendapatkan apa yang diinginkan, H.Ramadhan pun menghentikan semua bantuan yang biasa diberikannya.

        Sikap yang sama juga ditunjukkan oleh para calon anggota dewan legislatif yang membagi-bagikan uang kepada masyarakat bukan karena Allah Swt, tapi dengan tujuan agar dia dipilih saat pemilu. Masalah akan muncul, ketika ternyata dia tidak terpilih. Mereka akan menuntut orang-orang yang pernah diberi. Bahkan, sebagian bangunan sekolah atau masjid yang mereka bangun demi mendapatkan dukungan,mereka robohkan dan mereka jual materialnya yang dapat dimanfaatkan.

        Di dalam Al-Qur'an, Allah Swt menutup bagian akhir kitab suci-Nya dengan surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas. Barangkali Allah Swt ingin menegaskan kepada kita bahwa ikhlas karena Allah Swt itu adalah sesuatu yang sangat penting. Allah juga menyuruh Rasulullah Swt agar terus berjuang membawa panji-panji Islam dengan penuh keikhlasan. Bacalah kembali surat Al-Qur'an berikut ini.
        
        "Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu? Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itiu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanyalah kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap". (al-Insyirah: 1-8)

        Ikhlas bekerja dan memberi hanya karena Allah Swt, karena telah begitu banyak karunia dan nikmat yang Allah berikan kepada kita. Jangan pernah kita menyekutukan Allah dalam amal dan perjuangan kita. Jika itu kita lakukan, maka kita sedang menabur benih permasalahan dalam kehidupan kemudian. Kembalilah mengingat firman Allah Swt berikut ini.

        "Dan (aku telah diperintahkan): "Hadapkanlah , mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik". (Yunus: 105)

        Menghadapkan wajah kepada agama dengan tulus dan ikhlas dapat dipahami juga dengan beramal dan bekerja untuk agama dengan penuh keikhlasan dan ketulusan. Jauhkanlah diri dari orang-orang munafik yang bermuka dua, bermuka abu-abu, bermain agama, dan kepercayaan. Hindarkan diri kita dari orang-orang munafik seperti itu. Cobalah untuk selalu bergabung dengan orang-orang mukmin yang tulus dan yakin kepada Allah Swt. Dia berfiman dalam AL-Qur'an:
        
        "Kecuali orang-orang yang bertobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar". (an-Nisa: 146)

        "Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas meyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya". (an-Nisa: 125