Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Senin

ISTRIKU SELALU MENGGANGGU TIDURKU

        Entah sudah berapa kali Syamsul mengingatkan istrinya agar menutup pintu dengan pelan dan lembut agar tidak mengeluarkan suara keras. Malam itu, Syamsul benar-benar marah. Asalnya, sewaktu Syamsul baru saja pulang kerja dan ingin merebahkan badan sehabis shalat isya, tiba-tiba istrinya menutup pintu dengan keras sekali, sehingga suara pintu pun mengganggu tidurnya.

        Kejadian seperti itu entah sudah berapa kali terjadi. Setiap kali Syamsul mengingatkan istrinya, sekan-akan dia mendengarkan. Namun, praktiknya justru terbalik. Syamsul merasa jengkel. Emosinya pun memuncak, sehingga dia segera berwudhu, lalu bermunajat kepada Allah Swt, mengadukan sikap dan sifat pasangannya yang sangat membandel itu.

Kemudian dia mencoba menceritakan masalahnya kepada seorang ustadz yang dahulu menjadi guru mengajinya sewaktu belum kuliah. Ustadz itu bercerita dan membaca sebuah ayat di dalam Al-Qur'an:

        "…..Wanita-wanita yang kamu khawatiran nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Maha besar".(an-Nisa : 34)

        Dalam dirinya, Syamsul bertanya-tanya, apakah kebandelan istri itu termasuk bentuk nusyuz? Syamsul dahulu hanya berpikir kalau nusyuz itu hanyalah istri yang meminta cerai. Namun, ustadznya menjelaskan bahwa nusyuz adalah sikap istri yang membangkang, keluar dari arahan dan ketentuan yang dibuat suami, karena merasa kurang hormat dan sopan kepada suaminya, sehingga kata-kata dan perintah suaminya tidak diindahkan dan hanya diacuhkan begitu saja.

        Syamsul akhirnya menerapkan ayat tersebut untuk menyelesaikan masalah kebandelan istrinya. Pertama, Syamsul kembali mencoba memberikan nasihat dengan cara yang halus sewaktu menjelang tidur malam bersama. Namun, karena dirasa cara itu tidak membuahkan hasil sesuai yang diharapkan, Syamsul mencoba cara lain.

        Kedua, setelah tidak berhasil dengan nasihat, Syamsul mencoba mendiamkannya, alias tidak diajak bicara hingga beberapa hari. Dengan cara itu, Syamsul ingin memberi pelajaran kepada istrinya. Beberapa malam itu Syamsul tidak tidur lagi bersama istrinya. Kalaupun tidur satu ranjang, Syamsul hanya membelakanginya saja dan tidak mengajaknya bicara.

        Langkah terakhir dilakukan Syamsul sewaktu istrinya menutup pintu dengan keras sehingga membuatnya kaget dan terbangun. Syamsul pun memukul istrinya di bagian pahanya. Istrinya menangis, bukan karena keras dan sakitnya pukulan Syamsul, tapi karena hatinya terasa sakit. Memang, Syamsul tahu bahwa memukul istri sebagai pelajaran itu tidak diperbolehkan dengan pukulan yang keras hingga membuat memar atau luka. Salah satu penafsiran ayat itu mengatakan bahwa pukulan itu menggunakan kayu siwak yang kecil

        Demikian Syamsul mencoba menghadapi istrinya dengan sabar, sehingga kini sang istri menjadi istri yang penurut dan patuh kepadanya. Syamsul pun berterima kasih kepada ustadznya dan bersyukur kepada Allah Swt.