Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Minggu

AWAS ISTRI MEMBUAT ANDA MISKIN

        Pada hari itu, Andi menunggu Safitri dan anaknya yang sedang berbelanja di sebuah supermarket dekat rumah kontrakan yang mereka tinggali. Andi dan Safitri baru menikah sekitar 6 tahun. Andi seorang laki-laki yang taat beribadah, tapi Safitri tidak begitu memedulikan urusan-urusan yang berhubungan dengan agama. Hanya saja, ketika Andi memberitahunya, Safitri mau mendengarkannya. Kadangkala, dalam beberapa hal, Safitri sulit sekali dinasihati, yaitu urusan belanja barang-barang secara berlebihan.


        Andi sebenarnya sudah hampir tidak memberi belanja kepada istrinya itu dalam bentuk uang. Andi pernah berencana mencukupi kebutuhan rumah tangga dengan membelinya sendiri, lalu dibawanya pulang, sehingga istrinya tinggal mengolahnya di rumah. Seringkali Andi merasa bahwa istrinya itu sesungguhnya ladang mencari pahala, yaitu dengan tetap sabar atas sikapnya, dengan memberikan belanja dan sebagainya.

        Suatu malam, Andi mengadukan masalah istrinya itu kepada Allah Swt. Andi mengeluh dengan sikap istrinya itu. Suatu kejadian yang mengingatkan Andi kepada firman Allah Swt.

        "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. Dan janganlah kamu menhambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya".(al-Isra: 26-27)

        Andi berkata dalam hatinya, "Ya Allah, aku ingin melaksanakan kewajibanku sebagai suami yang baik, suami yang mencukupi kebutuhan keluarga. Aku mampu melakukan itu, bahkan aku juga sudah melaksanakan anjuran Engkau untuk menyisihkan sebagian uang untuk orang-orang miskin. Namun, mengapa istriku menghamburkan uang secara berlebihan begitu?"

        Benar sekali, dalam berkeluarga, suami seringkali merasa istrinya boros dalam membelanjakan penghasilannya. Kita dilarang untuk menhamburkan harta itu dalam hal yang tidak begitu diperlukan, atau berbelanja melebihi keperluan. Namun, setelah kita bisa berhemat, istri kita justru yang melakukan pemborosan.

        Cara mengatasinya, mari kembali menekankan kembali kepada istri-istri kita agar kembali merenungkan ayat di atas. Katakana kepada istri ita,"Sayang, kita kan mengajari anak kita menabung, hemat, dan hidup sederhana? Namun, mengapa kita sendiri tidak memberi contoh? Firman suci Allah Swt bahwa orang-orang yang memubazirkan barang itu temaannya setan, bukanlah firman yang berlaku untuk anak-anak saja, tetapi itu juga berlaku untuk para orang tua".

        Coba evaluasi kembali, berapa kebutuhan yang diperlukan dan jangan belanja melebihi yang dibutuhkan. Ingatlah bahwa yang terbaik adalah yang cukup, sederhana, tidak kurang, tapi juga tidak berlebihan. Khairul umuri ausathuha (sebaik-baik perkara adalah yang paling sedang). Jangan sampai kita dicap oleh Allah sebagai orang-orang yang kafir terhadap nikmat-nikmat-Nya.