Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Jumat

BUKTI KEKUASAAN ALLAH SWT

        Rasulullah saw.bercerita,"Ada seorang raja dari umat sebelum kamu sekalian. Ia memiliki seorang ahli sihir, dan di saat ahli sihir itu menginjak usia lanjut, ia berkata kepada sang raja,"Usiaku kini telah lanjut, kirimkanlah kepadaku seorang pemuda untuk aku ajari ilmu sihir".

        Maka sang raja mengirimkan seorang pemuda kepadanya. Saat si pemuda sedang dalam perjalanan menuju empat ahli sihir, ia bertemu seorang rahib (pendeta). Pemuda tadi lalu duduk mendengarkan wejangannya, ia pun lantas tertarik pada rahib tersebut.

        Setiap si pemuda itu hendak menuju ke tempat ahli sihir, ia mampir dulu ke tempat si rahib dan mendengarkan wejangannya.

        Kemudian bila ia sampai ke tempat ahli sihir, si ahli sihir memukulinya. Si pemuda mengadukan hal itu kepada si rahib dan si rahib menasehatinya,"Bila kamu takut kepada ahli sihir itu, katakan padanya,'Keluargaku telah menahanku (hingga aku terlambat datang)' dan bila kamu takut kepada keluargamu, katakan kepada mereka,"Si ahli sihir telah menahanku (hinga aku terlambat pulang)".

        Suatu ketika si pemuda sedang dalam perjalanan, tiba-tiba ia melihat seekor binatang menghalangi jalanan umum. Ia bergumam. "Hari ini aku ingin mengetahui manakah yang lebih hebat, apakah si ahli sihir ataukah si rahib".

        Kemudian ia mengambil sebuah batu dan berkata,"Ya Allah, jika ajaran si rahib lebih Engkau cintai daripada ajaran si tukang sihir, maka bunuhlah binatang ini, sehingga orang-orang dapat melanjutkan perjalanan".

        Lalu pemuda itu melempar binatang tersebut dengan batu dan ia berhasil membunuhnya sehingga orang-orang pun bisa melanjutkan perjalanan mereka. Kemudian ia pergi menemui si rahib dan menceritakan kepadanya tentang apa yang baru saja ia lakukan.

        Maka si rahib berkata kepadanya,"Wahai anakku, hari ini kamu lebih hebat daripada aku. Sungguh yang terjadi padamu telah membuktikan apa yang aku pikirkan. Dan sungguh engkau akan diuji dengan berbagai cobaan. Jika engkau diuji, maka janganlah kamu memperlihatkan atau menceritakannya padaku".

        Konon si pemuda mempunyai kemampuan menyembuhkan orang buta, penderita kusta dan mengobati orang-orang dari berbagai macam penyakit. Seorang teman duduk bersama raja yang sudah mengalami kebutaan sekian lama, mendengar kabar tentang sang pemuda tadi. Ia pun datang membawa bermacam-macam hadiah, ia merayu si pemuda, "Semua (hadiah) yang ada di sini untukmu jika engkau mampu menyembuhkanku".

        Pemuda itu pun menjawab,"Sebenarnya aku tidak mampu menyembuhkan seorangpun, tetapi Allah-lah yang menyembuhkannya. Jika engkau mau beriman kepada Allah saw., aku akan mendoakanmu kepada Allah dan Allah akan menyembuhkanmu".

        Maka teman duduk sang raja itu beriman kepada Allah dan Allah pun menyembuhkan penyakit kebutaan-nya. Kemudian dia pergi menemui sang raja dan menemaninya duduk-duduk seperti yang biasa ia lakukan dulu.

        Sang raja bertanya kepadanya,"Siapakah yang telah mengembalikan penglihatanmu?"

        Teman bicara raja menjawab,"Tuhanku".

        Sang raja bertanya lagi,"Apakah kamu mempunyai tuhan selain aku?"

        Ia menjawab,"Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah".

        Maka sang raja menahannya dan menyiksanya hingga teman bicara itu menunjukkan (bahwa yang menyembuhkannya adalah) si pemuda tadi.

        Kemudian si pemuda dihadapkan pada sang raja. Sang raja berkata kepadanya,"Wahai anakku, kekuatan sihirmu mampu menyembuhkan orang buta, penderita kusta dan kamu juga mampu menyembuhkan penyakit ini dan itu".

        Si pemuda,"Aku tidak menyembuhkan seorang pun, tetapi Allah-lah yang telah menyembuhkannya".

        Maka sang raja menahannya dan menyiksanya hingga akhirnya ia menunjukkan (bahwa yang mengajarinya adalah) si harib. 
       Kemudian si rahib dihadapkan kepada sang Raja dan mendapati perintah sang raja,"Keluarlah dari agamamu!"

        Tetapi si rahib menolak. Sang raja meminta gergaji dan meletakkan gergaji itu di tengah-tengah kepala si rahib. Lalu ia membelah kepala si rahib itu hingga kedua belahan kepalanya jatuh di atas tanah.

        Ganti teman bicara raja dihadapkan kepadanya. Sang raja kembali memaksa, "Keluarlah dari agamamu!" tetapi ia menolaknya. Sang Raja meletakkan gergaji itu di tengah-tengah kepala teman duduknya itu. Lalu membelah kepala orang itu hingga kedua belahan kepalanya jatuh di atas tanah.

        Kemudian si pemuda dihadapkan kepada raja dan lagi-lagi sang raja memaksa,"Keluarlah dari agamamu!"

        Namun si pemuda menolak hingga sang Raja meneyerahkannya kepada beberapa orang sahabatnya. Ia berpesan kepada mereka,"Bawalah dia ke bukit anu dan anu. Panjatlah tebingnya dan bila kalian telah sampai ke puncak, lemparlah pemuda ini, kecuali kalau dia mau keluar dari agamanya".

        Segera para sahabat raja membawa si pemuda menuju ke atas puncak bukit. Si pemuda berdoa,"Ya Allah, lindungilah hamba dari mereka dengan cara apa saja yang Engkau kehendaki". Seketika bukit itu berguncang sehingga orang-orang yang membawa si pemuda tergelincir dari atas bukit.

        Kemudian si pemuda datang menemui sang Raja.

        Raja berkata kepadanya,"Apa yang telah diperbuat orang-orang yang membawamu?"

        Si pemuda menjawab,"Allah telah melindungiku dari mereka…….."

        Kemudian sang Raja menyerahkan si pemuda kepada beberapa sahabatnya lagi. Raja memberikan pengarahan,"Taruhlah dia dalam perahu dan bawalah ke Tengah laut. Kemudian lemparkanlah pemuda ini, kecuali kalau dia mau keluar dari agamanya".

        Segera para pesuruh raja pergi membawanya. Si pemuda berdoa kembali,"Ya Allah, lindungilah hamba dengan cara apa saja yang Engkau kehendaki".

        Perahu yang mereka tumpangi seketika itu terbalik dan mereka pun hanyut di laut.

        Kemudian si pemuda kembali datang menemui raja. Sang Raja berkata kepada si pemuda,"Apa yang telah diperbuat oleh orang-orang yang membawamu?" pemuda itu menjawab,"Allah telah melindungiku dari mereka…."

        Kemudian si pemuda berkata lagi kepada sang Raja,"Engkau tidak akan mampu membunuhku hingga engkau melakukan apa yang aku perintahkan kepadamu".

        Rajabertanya,"Apa itu?"

        Pemuda menjelaskan,"Kumpulkanlah orang-orang di satu tempat lapang dan saliblah aku di atas pelepah kurma. Kemudian ambillah sebilah anak panah dari kinanah (tabung tempat penyimpanan anak panah) milikku. Lalu letakkan anak panah itu di tali busur dan katakanlah,"Dengan menyebut asma Allah Tuhan si pemuda ini". Kemudian lepaskanlah anak panah itu kearahku. Jika engkau melakukan semua itu, engkau pasti mampu membunuhku".

        Sang raja pun kemudian mengumpulkan orang-orang di suatu tempat lapang dan menyalib si pemuda di atas pelepah kurma. 

        Kemudian sang raja mengambil sebilah anak panah dari kinanahnya dan meletakkan anak panah itu pada tali busur.
    
        Sang raja berkata,"Dengan menyebut asma Allah Tuhan si pemuda ini".

        Kemudian ia melempar si pemuda dengan aak panah itu tepat mengenai pelipisnya. Si pemuda meletakkan tangan di atas pelipisnya dan seketika ia meningal dunia.

        Orang-orang yang menyaksikan berseru,"Kami beriman kepada Tuhannya si Pemuda".

        Sang raja mendatangi mereka dan mereka pun mencoba mengingatkannya,"Tidakkah engkau ingat semua dulu pernah kau katakan, Demi Allah, kata-kata pemuda itu terbukti, semua orang kini beriman kepada Allah".

        Sang raja lantas memerintahkan supaya menggali lubang-lubang memanjang (al-ukhdud). Setelah lubang-lubang itu digali dan bagian permukaannya dibentuk mirip mulut atau pintu, raja memerintahkan menyalakan api, lalu berkata kepada orang-orang yang beriman,"Barangsiapa yang tidak mau kembali (keluar) dari agamanya, maka tempatkanlah ia ke dalam api".

        Maka orang-orang pun melakukan perintah sang raja (terjun ke dalam api) hingga datang seorang wanita menggendong anaknya. Wanita itu mundur karena takut terjatuh. Seorang pemuda (lain) berkata,"Wahai ibu, bersabarlah! Sesungguhnya engkau berada di atas kebenaran". (HR. Muslim)