Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Selasa

BAL’AM BIN BA’URA

        Dikisahkan bahwa pada masa Bani Israil ada sebuah negeri yang diperintah penguasa dzlim. Dan Nabi Musa beserta pengikutnya bermaksud menggulingkan kekuasaannya dan menggantikannya dengan pemerintahan yang adil. Di negeri itu, ada seorang ulama, yang bernama Bal'am bin Ba'ura. Ia telah banyak mempelajari ayat-ayat Allah. Konon, ia mengetahui asma Allah yang agung. Apabila ia berdoa dengan asma itu, doanya pasti makbul.

        Sampai berita bahwa Musa akan menyerang, elit penguasa datang menemui Bal'am bin Ba'ura. Mereka berkata,"Musa itu orang baru. Tetapi, ia mempunyai pasukan yang besar. Ia mungkin menghancurkan kami. Tolong sampaikan doa kepada Allah supaya kami dapat mengalahkan Musa dan para pengikutnya".

        Dalam urusan kenegaraan, spesialisasi Bal'am bin Ba'ura memang berdoa. Ia berdoa untuk kesejahteraan raja. Ia berdoa untuk kejayaan tentara. Ia berdoa untuk keberhasilan delegasi ke luar negeri. Tetapi kali ini ia keberatan,"Musa dan para pengikutnya itu orang-orang sholih. Aku terlarang mendoakan kecelakaan mereka".

        Orang-orang mendesak juga. Mereka mendesak dengan jaminan hadiah yang besar dan ancaman kehilangan posisi penting. Bal'am bin Ba'ura kalah. Ia mulai menyampaikan doa. Tetapi, setiap kali berdoa untuk kekalahan Musa, dari mulutnya keluar doa untuk kemenangan Musa. Ketika berdoa untuk kejayaan kaumnya, yang keluar malah doa untuk kehancuran mereka.

        Akhirnya, ia berkata,"Lidahku tidak dapat berdoa selain yang tadi. Kalau aku berdoa untuk kekalahan mereka, doaku tidak akan diterima. Aku punya nasehat. Aku tunjukkan kepada kalian cara untuk menghancurkan mereka . Allah membenci zina. Karena zina, mereka akan binasa. Kirimkan perempuan-perempuan kepada mereka. Mereka dalam perjalanan. Mudah-mudahan mereka berzina dan sesudahnya mereka binasa". Seperti yang dierencanakan Bal'am bin Ba'ura, banyak di antara tentara Nabi Musa berbuat zina. Tuhan menurunkan penyakit kepada mereka. Ribuan binasa. Boleh jadi, inilah biochemical warfare (perang kimia) yang pertama.

        Tentang tokoh Bal'am bin Ba'ura ini, Allah berfirman,

        "Dan bacakanlah kepada mereka berita seseorang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami. Lalu, ia membuangnya. Kemudian syetan menjadikan dia pengikutnya dan jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami kehendaki, tentu Kami angkat dia karena ilmunya itu. Tetapi dia menetap di bumi dan mengikuti hawa nafsunya. Perumpamaan mereka seperti anjing. Kalau kamu serang, dia mengulurkan lidahnya.kalau kamu biarkan, dia mengulurkan lidahnya juga. Itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Kisahkanlah kisah-kisah itu supaya mereka berfikir" (QS. Al-A'raf: 175-176)

        Bal'am bin Ba'ura dalam literatur Islam, menjadi simbol alim yang bekerja sama dengan tiran. Ia menggunakan agama untuk menopang penindasan. Ia mengetahui ayat-ayat Allah, tetapi ia sangat mencintai dunia. Ilmunya tidak mengangkat rohaninya ke tempat tinggi. Ia menetap di bumi.