Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Selasa

ISRA ‘DAN MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW.

        Rasulullah bercerita,"Ketika aku berada di tepi Baitullah dalam keadaan berbaring, tiba-tiba aku mendengar percakapan salah seorang dari tiga lelaki. Mereka kemudian menhampiri akudan membawa aku ke suatu tempat. Kemudian mereka membawa sebuah wadah/ bejana dari emas ang berisi air Zamzam. Setelah itu dadaku dibedah dari leher sampai ke bulu ari-ari (ke bawah perut) Hatiku dikeluarkan dandibersihkan dengan air Zamzam, kemudian mereka meletakkannya kembali di tempat asalnya. 

        Setelah itu diisi pula dengan iman dan hikmah, dan dibawa pula kepadaku seekor binatang tunggangan berwarna putih yang dikenali sebagai Buraq, ia lebih besar daripada keledai (himar) dan lebih kecil dari bighal, dan putih rupanya.

        Ia merendahkan tubuhnya, hingga perut Buraq tersebut menyentuh bumi. Aku pun naik ke atasnya. Ia mengatur langkahnya sejauh mata memandang. Tanpa membuang masa, aku terus menungganginya sehingga sampai ke Baitul Muqaddis. Kemudian aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan leh para Nabi.

        Sejurus kemudian aku masuk ke dalam masjid dan mendirikan shalat dua rakaat. Setelah selesai aku terus keluar, secara tiba-tiba aku disuguhi dengan semangkuk arak dan semangkuk susu oleh malaikat Jibril. Aku memilih susu".

        Lalu Jibril berkata,"Engkau telah memilih fitrah".

        Kemudian Jibril membawaku naik ke langit dunia (pertama). Ketika Jibril meminta agar dibukakan pintu, ketika Jibril meminta agar dibukakan pintu, kedengaran suara bertanya,"Siapakah engkau?"

        Dijawab,"Jibril".

        Jibril ditanya lagi,"Siapakah bersamamu?"

        Jibril menjawab,"Muhammad".

        Jibril ditanya lagi,"Apakah ia telah dipanggil untuk menghadap?"

        Jibril menjawab,"Ya, sudah. Dia dipanggil untuk menghadap".

        Lalu dibukakan pintu kepada kami dan disambut oleh penjaga, "Selamat datang baginya, sebaik-baik orang yang datang sudah tiba".

        Ketika aku melalui langit itu, maka di sana terdapat Adam as. Jibril berkata,"Ini ayah kamu, Adam. Ucapkan salam kepadanya".

        Lalu aku mengucapkan salam kepadanya dan dia pun menjawab salamku, lantas berkata,"Selamat datang anak yang shalih dan Nabi yang shalih".

        Seterusnya aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi, "Siapakah engkau?"

        Dijawabnya,"Jibril".

        Jibril ditanya lagi,"Siapakah bersamamu?"

        Jibril menjawab,"Muhammad".

        Jibril ditanya lagi,"Apakah ia telah dipanggil untuk menghadap?"

        Jibril menjawab,"Ya".

        Pintu pun dibukakan kepada kami dan disambut oleh penjaga, "Selamat datang, sebaik-baik orang yang datang".

        Lalu penjaga itu membuka langit. Maka ketika aku telah melalui langit itu, aku melihat Yahya as. dan Isa as., mereka berdua ini adalah bersaudara misan(sepupu) dari pihak bibi mereka.

        Jibril berkata,"Ini Yahya dan Isa, maka berilah salam kepada mereka berdua".

        Maka aku pun mengucapkan salam kepada keduanya dan mereka pun membalas salamku, kemudian mereka berdua berkata,"Selamat datang bagi saudara yang shalih dan Nabi yang shalih".

        Kemudian aku dibawa lagi naik ke langit ketiga. Jibril meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi,"Siapakah engkau?"

        Dijawabnya,"Jibril".

        Jibril ditanya lagi,"Siapakah bersamamu?"

        Jibril menjawab,"Muhammad".

        Jibril ditanya lagi,"Apakah ia telah dipanggil untuk menghadap?"

        Jibril menjawab,"Ya, benar".

        Pintu pun dibukakan kepada kami dan disambut oleh penjaga, "Selamat datang, sebaik-baik orang yang datang".

        Maka ketika aku telah melalui langit itu, terdapat Yusuf as. Ternyata dia telah dikaruniai dengan kedudukan yang sangat tinggi. Jibril berkata,"Ini Yusuf, sampaikan salam kepadanya".

        Aku pun mengucapkan salam kepadanya, lalu ia menjawab salamku. Kemudian dia menyambut,"Selamat datang bagi saudara yang shalih dan Nabi yang shalih".

        Kemudian aku dibawa lagi naik ke langit keempat. Jibril meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi,"Siapakah engkau?"

        Dijawab,"Jibril".

        Jibril ditanya lagi,"Siapakah bersamamu?"

        Jibril menjawab,"Muhammad".

        Jibril ditanya lagi,"Apakah ia telah dipanggil untuk menghadap?"

        Jibril menjawab,"Ya, benar".

        Pintu pun dibukakan kepada kami dan disambut oleh penjaga, "Selamat datang, berbahagialah orang yang datang".

        Maka ketika aku telah melalui langit itu, maka kelihatan Idris as. Ternyata dia telah dikaruniakan dengan kedudukan yang sangat tinggi. Jibril berkata,"Ini Idris, sampaikan salam kepadanya".

        Aku pun mengucapkan salam kepadanya, lalu ia menjawab salamku. Kemudian dia menyambut,"Selamat datang bagiku saudara yang shalih dan Nabi yang shalih".

        Aku pun dibawa lagi naik ke langit ke lima. Jibril meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi,"Siapakah engkau?"

        Dijawabnya,"Jibril".

        Jibril ditanya lagi,"Siapakah bersamamu?"

        Jibril menjawab,"Muhammad".

        Jibril ditanya lagi,"Apakah ia telah dipanggil untuk menghadap?"

        Jibril menjawab,"Ya, benar".

        Pintu pun dibukakan kepada kami dan disambut oleh penjaga, "Selamat datang, sebaik-baik orang yang datang".

        Maka setelah aku melihat langit itu, aku melihat Harun as. Jibril berkata,"Ini Harun, sampaikan salam kepadanya".

        Aku pun mengucapkan salam kepadanya, lalu ia menjawab salamku. Kemudian dia menyambut,"Selamat datang bagi saudara yang shalih dan Nabi yang shalih".

        Kemudian aku dibawa lagi naik ke langit keenam. Jibril meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi,"Siapakah engkau?"

        Dijawabnya,"Jibril".

        Jibril ditanya lagi,"Siapakah bersamamu?"

        Jibril menjawab,"Muhammad".

        Jibril ditanya lagi,"Apakah ia telah dipanggil untuk menghadap?"

        Jibril menjawab,"Ya, benar".

        Pintu pun dibukakan bagi kami dan disambut oleh penjaga, "Selamat datang, sebaik-baik orang yang datang".

        Maka setelah itu aku melalui langit itu, di sana ada Musa as. Jibril berkata,"Ini Musa, sampaikan salam kepadanya".

        Aku pun mengucapkan salam kepadanya, lalu ia menjawab salamku. Kemudian dia menyambut,"Selamat datang saudara yang shalih dan Nabi yang shalih".

        Tatkala aku melanjutkan perjalananku, ia menangis. Lalu aku pun bertanya,"Mengapa engkau menangis?"

        Musa menjawab,"Aku menangis karena seorang muda diutus sesudahku dan dari umatnya yang masuk surga lebih banyak daripada umatku".

        Kemudian Jibril membawaku ke langit ketujuh. Jibril meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi,"Siapakah engkau?"

        Dijawabnya,"Jibril".

        Jibril ditanya lagi,"Siapakah bersamamu?"

        Jibril menjawab,"Muhammad".

        Jibril ditanya lagi,"Apakah ia telah dipanggil untuk menghadap?"

        Jibril menjawab,"Ya, benar".

        Pintu pun dibukakan kepada kami dan disambut oleh penjaga, "Selamat datang, sebaik-baik orang yang datang".

        Maka ketika aku telah melalui langit itu, aku melihat Ibrahim. Dia sedang berada dalam keadaan menyandar di Baitul 
      
        Makmur. Keluasannya setiaphari memuat tujuh puluh malaikat. Setelah keluar mereka tidak kembali lagi kepadanya. Jibril berkata,"Ini ayahmu, Ibrahim. Ucapkanlah salam kepadanya".

        Aku pun mengucapkan salam kepadanya, lalu ia menjawab salamku. Kemudian dia menyambut, "Selamat datang anak yang shalih dan Nabi yang shalih".

        Kemudian aku dibawa lagi dan diperlihatkan Sidratul Muntaha. Daun-daunnya sebesar telinga gajah sedangkan buahnya seperti labu Hajar. Jibril mengatakan,"Inilah Sidratul Muntaha". Di situ terdapat empat sungai, dua sungai di dalam dan dua sungai Nampak di luar. Maka aku bertanya kepada Jibril,"Apa kedua-duanya ini, wahai Jibril?"

        Jibril menjawabnya, "Dua sungai yang terbit di dalam itu dua sungai yang di surga, dan dua sungai yang jelas kelihatan adalah sungai Nil dan Furat". Ketika aku memperhatikan ciptaan Allah swt, aku dapati semuanya tampak aneh-aneh. Tidak seorang pun dari makhluk Allah yang mampu menggambarkan keindahannya.

        Seterusnya aku dibawa naik ke Baitul Makmur, lalu aku bertanya,"Wahai Jibril, apakah ini?"

        Jibril menjawab,"Ini adalah Baitul Makmur, setiap hari tujuh puluh ribu Malaikat akan memasukinya. Setelah mereka keluar, mereka tidak akan memasukinya lagi karena itu merupakan kali yang terakhir mereka memasukinya".

        Kemudian didatangkan kepadaku sebuah bejana berisi arak, dan sebuah bejana yang berisi susu. Lalu aku memilih bejana yang berisi susu. Maka Jibril berkata kepadaku,"Kamu membuat pilihan yang tepat! Allah menghendakimu dan umatmu dalam keadaan fitrah yaitu kebaikan dan keutamaan".

        Setelah itu, kemudian diwajibkan kepadaku shalat lima puluh kali setiap hari. Lalu aku kembali dan berjalan melalui Musa as, lantas ia bertanya, "Apakah yang telah diperintahkan kepadamu?"

        Aku diperintahkan melaksankan shalat lima puluh kali dalam setiap harinya".

        Nabi Musa as. berkata,"Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan karena umatmu tidak akan mampu melaksanakannya. Dan sesungguhnya aku, demi Allah, aku telah mencoba manusia sebelum kamu, dan aku pernah merawat Bani Israil dengan perawatan yang benar-benar."

        Rasulullah menjawab,"Aku telah memohon kepada Tuhan ku hingga aku merasa malu, maka aku menerima dan menyerah. Di saat aku kembali, ada seorang menyeru kepadaku,"Aku telah meluluskan fardhuku dan telah meringankan kepada hamba-hambaku". (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasai serta Ahmad dari Anas bin Malik)