Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Kamis

ISTRI ISMA’IL AS.

        Kabilah Jurhum berhenti di dekat Zamzam. Mereka mengambil keluarga mereka dan membawa ke tempat tersebut. Ketika rumah-rumah kabilah Jurhum sudah banyak di tempat tersebut, Isma'il telah dewasa, belajar bahasa Arab dari mereka, dan menjadi decak kekaguman bagi mereka.

        Ketika mereka melihat Isma'il seperti itu, mereka menikahkan beliau dengan salah seorang wanita dari mereka, sedangkan ibunya, Hajar, sudah wafat.

        Setelah Isma'il menikah, Ibrahim datang untuk melihat peninggalannya, Isma'il. Namun tidak bertemu dengannya. Ibrahim bertanya kepada istri Isma'il tentang suaminya.

        Kemudian istri Isma'il menjawab,"Ia keluar mencari rezeki untuk kami".

        Ibrahim bertanya kepada istri Isma'il tentang kehidupan mereka berdua, kemudian istri Isma'il menjawab,"Kami dalam keburukan, kesulitan dan penderitaan". Istri Isma'il pun mengeluhkan kehidupan kepada Ibrahim.

        Ibrahim pun berkata kepada istrinya Isma'il,"Jika suamimu datang, sampaikan salamku untuknya dan katakan kepadanya agar ia mengganti ambang pintunya".

        Ketika Isma'il tiba, ia mencium sesuatu. Ia berkata kepada istrinya,"Apakah ada orang yang datang kepadamu?"

        Istrinya menjawab,"Ya, ada orang tua datang kemari. Ia menanyakan dirimu, kemudian aku memberi penjelasan kepadanya. Ia bertanya kepadaku tentang kehidupan kita, kemudian aku jelaskan kepadanya bahwa kita berada dalam kesulitan dan penderitaan".

        Isma'il bertanya,"Apakah ia menitipkan sesuatu kepadanya?"

        Istri Isma'il menjawan,"Ya, ia menyuruhku menyampaikan salamnya kepadamu dan hendaknya engkau mengganti ambang pintumu.

        Isma'il berkata,"Orang tua tadi itu ayahku. Ia menyuruhku menceraikanmu. Sekarang pulanglah engkau kepada keluargamu".

        Isma'il pun menceraikan istrinya tersebut.

        Kemudian Isma'il menikah dengan wanita lain dari Kabilah Jurhum dan Ibrahim tidan mengunjungi Isma'il hingga beberapa lama.

        Pada suatu hari, Ibrahim datang berkunjung kepada anaknya. Isma'il. Namun tidak berjumpa dengannya. Ibrahim menemui istri anaknya dan bertanya kepadanya tentang Isma'il

        Istri Isma'il menjawab,"Ia keluar mencari rezeki untuk kami".

        Ibrahim bertanya kepada istri Isma'il,"Bagaimana keadaan kalian? " Ibrahim bertanya tentang kehidupan mereka berdua.

        Istri Isma'il menjawab,"Kami baik-baik saja dan berada dalam kelapangan". Ia pun memuji Allah.

        Ibrahim bertanya,"Apa makanan kalian?"

        Istri Isma'il menjawab,"Daging".

        Ibrahim bertanya,"Apa minuman kalian?"

        Istri Isma'il menjawab,"Air".

        Ibrahim berdoa,"Ya Allah, berkahilah daging dan air mereka".

        Ibrahim berkata kepada istri Isma'il,"Jika suamimu datang, sampaikan salamku untuknya dan suruh dia mempertahankan ambang pintunya".

        Ketika Isma'il datang, beliau bertanya kepada istrinya,"Apakah ada orang yang datang kepadamu?"

        Istrinya menjawab,"Ya, tadi ada orang tua yang bagus penampilannya – ia memuji orang tua tersebut – dan bertanya kepadaku tentang dirimu, kemudian aku memberi penjelasan tentang dirimu kepadanya. Ia bertanya kepadaku, bagaimana kehidupanmu? Aku menjelaskan bahwa kami baik-baik saja".

        Isma'il bertanya,"Apakah orang tua tadi menitipkan sesuatu kepadamu?"

        Istrinya menjawab,"Ya, ia kirim salam kepadamu dan menyuruhmu mempertahankan ambang pintumu".

        Isma'il berkata,"Orang tua tadi adalah ayahku dan engkau ambang pintu yang dimaksud. Ayahku menyuruhku mempertahankanmu" (HR. Bukhari dari Ibn Abbas)