Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Jumat

KEJUJURAN BERBUAH KENIKMATAN

        Rasulullah saw.pernah menyebut tentang seseorang (laki-laki) dari Bani Israil yang meminta orang Bani Israil lainnya agar memberinya hutang sebesar 1000 dinar. Lalu orang yang menghutanginya berkata, "Datangkanlah beberapa saksi agar mereka menyaksikan (hutangmu) ini)"

        Ia menjawab,"Cukuplah Allah sebagai saksi bagiku!" Orang itu berkata lagi,"Datangkanlah seseorang yang menjamin (mu)?" ia menjawab lagi,"Cukuplah Allah yang menjaminku!" Orang yang menghutanginya itu pun lalu berkata,"Engkau benar". Maka ditentukan.

        Setelah lama, orang yang berhutang itu pergi berlayar untuk suatu keperluan. Lalu ia mencari kapal yang bisa mengantarnya karena hutangnya telah jatuh tempo, tetapi ia tidak menemukan kapal tersebut. Maka ia pun mengambil kayu yang kemudian dilobanginya dan dimasukkannya uang 1000 dinar di dalamnya berikut surat kepada pemiliknya. Lalu dia meratakan dan memperbaiki letaknya.

        Selanjutnya ia menuju ke laut seraya berkata,"Ya Allah, sungguh Engkau telah mengetahui bahwa aku meminjamkan uang kepada si fulan sebanyak 1000 dinar.ia memintaku seorang penjamin, maka aku katakan cukuplah Allah sebagai penjamin, dan ia pun rela dengannya. Ia juga meminta kepadaku saksi, maka aku katakan, cukuplah Allah sebagai saksi dan ia pun rela dengannya. Sungguh aku telah berusaha keras untuk mendapatkan kapal untuk mengirimkan kepadanya uang yang telah diberikannya kepadaku, tetapi aku tidak mendapatkan kapal itu. Karena itu, aku titipkan ia (uang) itu kepada-Mu". Lalu ia melemparkannya ke laut sehingga terapung-apung, lalu ia pulang.

        Lain halnya dengan orang yang memberi hutang itu, ia mencari-cari kapal yang datang ke negerinya. Maka ia pun keluar rumah untuk melihat-lihat barangkali ada kapal yang membawa titipan uangnya. Tetapi tiba-tiba ia menemukan kayu yang di dalamnya terdapat uang. Ia lalu mengambilnya sebagai kayu bakar untuk istrinya.

        , ketika ia membelah kayu tersebut, ia mendapatkan uang berikut sepucuk surat. Setelah itu, datanglah orang berhutang tadi kepadanya. Ia membawa uang 1000 dinar seraya berkata, Demi Allah, aku terus berusaha untuk mendapatkan kapal agar bisa sampai kepadamu dengan uangmu, tetapi aku sama sekali tidak mendapatkan kapal sebelum yang aku tumpangi sekarang!

        Orang yang menghutanginya berkata,"Bukanlah engkau yang telah mengirimkan uang itu dengan sesuatu?"

        Ia menjawab,"Bukankah aku telah memberitahukan kepadamu bahwa aku tidak mendapatkan kapal sebelum yang aku tumpangi sekarang?"

        Orang yang menghutanginya mengabarkan,"Sesungguhnya Allah telah menunaikan apa yang engkau kirimkan kepadaku melalui kayu. Karena itu bawalah uang 1000 dinarmu kembali dengan beruntung!" (HR. Al-Bukhari dan Ahmad)