Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Senin

TIGA BAYI MAMPU BERBICARA

        Tidak ada bayi yang bisa berbicara kecuali tiga, yaitu Isa putera Maryam, bayi yang menyelamatkan Juraij, dan seorang bayi yang menetek pada ibunya.

        Juraijj adalah seorang laki-laki yang sangat rajin beribadah. Ia juga membuat biara di mana ia selalu berada di dalamnya. 
        
        Suatu saat ibunya datang sedangkan ia baru shalat, dan ibunya memanggil, "Wahai Juraij".

        Ia berkata dalam hatinya,"Wahai Tuhan, ini ada ibuku, tetapi saya baru shalat".

        Ia menyelesaikan shalatnya dan ibunya sudah pulang.

        Esok harinya ibunya datang lagi dan ia sedang shalat. Ibunya memanggilnya,"Wahai Juraij".

        Ia berkata dalam hati,"Aduh Tuhan, ini ada ibuku tetapi saya sedang shalat".

        Ia menyelesaikan shalatnya.

        Esok harinya, ibunya datang lagi dan ia sedang shalat. Ibunya memanggilnya,"Wahai Juraij".

        Ia berkata dalam hati,"Aduh Tuhan, ini ada ibuku tetapi saya baru shalat".

        Ia menyelesaikan shalatnya.

        Kemudian ibunya berdoa,"Wahai Tuhan, janganlah Engkau mematikan Juraij sebelum ia berurusan dengan wanita pelacur".

        Juraij memang seorang Bani Israil yang terkenal tekun beribadah. Waktu itu ada seorang perempuan jahat yang cukup cantik berkata,"Seandainya kalian menghendaki, saya sanggup menguji Juraij".

        Kemudian perempuan cantik itu datang dan mengganggu Juraij, tetapi ia tidak tergoda sedikit pun.

        Perempuan itu datang kepada seorang penggembala dan diajak ke biara Juraij serta mengajaknya untuk berzina. Dan penggembala itu pun berbuat zina sehingga perempuan itu mengandung.

        Ketika perempuan itu melahirkan seorang bayi, ia berkata,"Bayi ini adalah hasil perbuatanku dengan Juraij".

        Kemudian orang-orang Bani Israel datang kepada Juraij dan memaksakan untuk turun serta dirobohkan biaranya itu dan mereka memukul-mukulnya.

        Juraij berkata,"Kenapa kamu sekalian berbuat seperti ini?"

        Mereka menjawab,"Engkau berbuat zina dengan pelacur ini hingga melahirkan seorang bayi".

        Juraij bertanya, "Mana bayinya?"

        Mereka membawa bayi itu dan Juraij berkata,"Tunggulah sebentar saya akan shalat".

        Juraij pun melakukan shalat, dan ketika telah selesai shalat, Juraij mendatangi bayi itu dan memijit perut bayi itu sambil bertanya, "Wahai bayi, siapakah bapakmu?"

        Bayi itu menjawab,"Si fulan yang penggembala itu".

        Orang-orang Bani Israel terus mencium dan meminta maaf kepada Juraij serta berkata,"Kami akan membangunkan kembali sebuah biara dari emas untuk kamu".

        Juraij menjawab,"Jangan bangunkanlah kembali biara dari tanah sebagaimana semula". Maka mereka pun membangunkan biara untuk Juraij.

        Sedangkan bayi lain yang bisa berbicara yaitu seorang bayi yang sedang menetak pada ibunya. Ketika itu lewatlah seorang laki-laki yang berkendaraan sangat bagus dan orang itu berparas tampan, maka ibunya berdoa,"Wahai Allah, jadikanlah anak saya seperti orang itu".

        Kemudian bayi itu melepaskan tetekannya, serta berpaling dan melihat orang itu, lantas berdoa,"Wahai Allah, janganlah Engkau jadikan saya seperti orang itu".

        Kemudian dia menetek lagi. (seolah-olah saya masih melihat Rasulullah saw.sewaktu menceritakan cara ia menetek, yaitu beliau melumat jari penunjuknya ke dalam mulut dan mengisapnya, kemudian bersabda),"Mereka berjalan dan mendapatkan seorang budak perempuan yang sedang dipukuli oleh orang-orang dan mereka berkata,"Kamu berbuat zina, kamu mencuri".

        Budak itu hanya berkata,"Hasbiyallah wa ni'mal wakil".

        Maka ibu bayi itu berdoa, "Wahai Allah, janganlah Engkau jadikan anak saya ini seperti budak itu".

        Kemudian bayi itu melepas tetaknya dan melihat budak itu, serta berdoa,"Wahai Allah, jadikanlah saya seperti budak itu".

        Setelah itu, terjadilah dialog antara ibu dan bayi itu, di mana ibunya berkata,"Tadi ada seorang laki-laki yang sangat bagus keadaannya, kemudian saya berdoa,"Wahai Allah, janganlah Engkau jadikan saya seperti itu". Dan ketika ada seorang budak yang sedang dipukuli dan dituduh,"Kamu berzina, kamu mencuri" dan saya berdoa,"Wahai Allah, janganlah Engkau jadikan anak saya seperti itu" tetapi kamu berdoa,"Wahai Allah, janganlah Engkau jadikan anak saya seperti itu" tetapi berdoa,"Wahai Allah, jadikanlah saya seperti budak itu".

        Kemudian bayi itu berkata,"Sesungguhnya laki-laki itu adalah orang yang sombong, oleh karena itu, saya berdoa,"Wahai Allah, janganlah Engkau jadikan saya seperti orang itu". Dan sesungguhnya budak yang dituduh, "Kamu berzina"sebenarnya ia tidak mencuri. Oleh karena itu, saya berdoa,"Wahai Allah, jadikanlah saya seperti budak itu" (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)