Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Rabu

TIGA ORANG DI GUA

        Pada zaman dahulu (sebelum umat Nabi Muhammad), ada tiga orang berjalan-jalan kemudian mereka mendapatkan sebuah gua yang dapat dimanfaatkan untuk berteduh, maka mereka pun masuk ke dalamnya. Kemudian tiba-tiba ada batu dari atas bukit yang menggelinding dan menutupi mereka, sehingga mereka tidak bisa keluar. Salah seorang di antara mereka berkata,"Sesungguhnya tidak ada yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana ini, kecuali bila kamu berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amalan-amalan shalih yang pernah kamu perbuat".

        Lalu salah seorang di antara mereka berkata,"Wahai Allah, saya mempunyai orang tua (bapak dan ibu) yang sudah tua renta dan saya biasa mendahulukan memberi minum susu kepada keduanya, sebelum saya memberikannya kepada keluarga dan budak. Pada suatu hari, saya terlambat pulang untuk mencari kayu dan saya temui keduanya setelah tidur. Saya terus memerah susu untuk persediaan minum keduanya. Karena aku dapatkan keduanya telah tidur, maka saya enggan untuk membangunkannya dan saya pun tidak akan memberi minum kepada keluarga maupun budak saya sebelum saya memberi minum kepada ayah-bundaku. Saya tunggu keduanya hingga terbit fajar. Barulah keduanya bangun dan aku berikan minum susu kepada keduanya. Padahal sejak malam anak-anak saya menangis dan terisak-isak dengan mengelilingi kaki saya. Wahai Allah, jika saya berbuat seperti itu karena mengharapkan ridha-Mu, maka geserkanlah batu yang menutupi gua ini".

        Lalu bergeserlah batu itu sedikit, tetapi mereka belum bisa keluar dari gua itu.

        Salah seorang yang lainnya berkata,"Wahai Allah, sesungguhnya saya mempunyai saudara sepupu yang sangat saya cintai sebagaimana lazimnya seorang laki-laki mencintai perempuan, kemudian saya ingin berbuat zina dengannya, tetapi ia selalu menolaknya. Selang beberapa tahun, ia tertimpa kesulitan kemudian datang kepada saya dan saya berikan kepadanya seratus dua puluh dinar dan ia sanggup menyerahkan dirinya untuk diperlakukan apa saja oleh saya pada saat kapan saja yang saya inginkan". "Kemudian ketika saya sudah berada di antara kedua kakinya, ia berkata,"Takutlah kamu kepada Allah dan janganlah kamu sobekkan selaput daraku kecuali dengan jalan yang benar".
Kemudian saya meninggalkannya padahal dia adalah seorang yang sangat saya cintai dan saya relakan emas (dinar) yang kuberikan kepadanya. Wahai Allah, jika saya berbuat seperti itu karena mengharapkan ridha-Mu, maka geserkanlah batu yang menutupi gua ini".

        Maka bergeserlah batu itu, tetapi mereka belum bisa keluar dari gua itu.

        Orang yang ketiga berkata,"Wahai Allah, saya mempekerjakan beberapa karyawan dan semuanya saya gaji dengan sempurna kecuali ada seorang yang meninggalkan saya dan tidak mau mengambila gajinya lebih dulu. Kemudian gaji itu saya kembangkan sehingga menjadi banyak. Selang beberapa lama dia datang kepada saya dan berkata,"Wahai hamba Allah, berikanlah gaji saya yang dulu itu".

        Saya berkata,"Semua yang kamu lihat itu, baik unta, sapi, kambing maupun budak yang menggembalakannya itu semua adalah gajimu. Ia berkata,"Wahai hamba Allah, janganlah engkau mempermainkan saya". Saya menjawab,"Saya tidak mempermainkan kamu". Kemudian diapun mengambil semuanya dan tidak meninggalkan sedikitpun. Wahai Allah, jika apa yang saya perbuat seperti itu karena mengharapkan ridha-Mu, maka geserkanlah batu yang menutupi pintu gua ini".

        Maka bergeserlah batu itu dan mereka pun bisa keluar dari dalam gua itu" (HR. Bukhari dan dari Abdullah bin Umar bin Khattab)