Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Kamis

TUKANG SIHIR DAN SEORANG PEMUDA BERIMAN

        Pada zaman dahulu seorang raja yang mempunyai seorang tukang sihir. Tukang itu sudah lanjut usia, ia berkata kepada sang raja,"Sesungguhnya saya sekarang sudah lanjut usia, oleh karena itu perkenanlah saya meminta baginda supaya mengirimkan seorang pemuda kepada saya di mana saya akan mengajarkan ilmu sihir kepadanya".

        Raja itu pun mengirimkan seorang pemuda untuk belajar sihir kepadanya. Ketika pemuda itu berjalan menuju ke tempat tukang sihir tersebut, maka di tengah jalan ia bertemu dengan seorang pendeta kemudian pemuda itu berhenti dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh pendeta itu. Oleh karena itu, sang pemuda itu terlambat datang ke tempat tukang sihir.

        Ketika pemuda itu sampai ke tempat tukang sihir, maka dipukullah pemuda itu, kemudian ia mengadukannya kepada pendeta tadi. Lalu sang pendeta berkata kepadanya,"Bila kamu takut kepada tukang sihir itu, maka katakanlah bahwa keluargamu menahan kamu, dan bila kamu takut terhada keluargamu, maka katakanlah bahwa tukang sihir itu menahanmu".

        Pada suatu hari ia berjalan dijumpainya di tengah jalan seekor binatang yang sangat besar sehingga menjadikan orang-orang terhenti (tidak berani berjalan), pada saat itu si pemuda tadi berkata, "Nah hari ini aku akan mengetahui tukang sihirkah yang lebih utama ataukah pendeta?"

        Pemuda itu mengambil sebutir batu seraya berkata,"Wahai Allah, bila ajaran pendeta itu lebih Engkau sukai, maka matikanlah binatang yagn besar itu agar orang-orang dapat meneruskan perjalanannya".

        Ia kemudian mendatangi pendeta dan menceritakan apa yang baru saja terjadi, maka berkatalah sang pendeta kepadanya,"Wahai anakku, kamu sekarang lebih utama daripada saya, karena kamu telah menguasai segala apa yang aku ketahui, dan kamu nanti akan mendapat ujian, bila kamu diuji janganlah kamu menyebut-nyebut namaku".

        Kemudian pemuda itu dapat menyembuhkan buta, belang dan jenis-jenis penyakit lain. Terdengarlah berita bahwa kawan sang raja sakit mata hingga buta dan sudah diusahakan ke mana-mana tapi juga belum sembuh.

        Lalu ia datang kepada epada pemuda itu dengan membawa beraneka macam hadiah seraya berkata,"Apakah kamu dapat menyembuhkan saya?"

        Pemuda itu menjawab,"Sesungguhnya saya tidak bisa menyembuhkan seseorang, yang menyembuhkan adalah Allah Ta'ala. Bila engkau beriman kepada Allah Ta'ala, niscaya saya akan berdoa kepada Allah agar Dia menyembuhkan penyakitmu". Maka berimanlah orang itu kepada Allah dan disembuhkan-Nya penyakit itu.

        Orang itu datang ke tempat sang raja dan duduk-duduk bersama sebagaimana biasanya, kemudian sang raja bertanya kepadanya,"Siapakah yang menyembuhkan matamu itu?" ia menjawab, "Tuhanku". Sang raja berkata,"Apakah kamu mempunyai Tuhan selain aku?" ia menjawab,"Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah".

        Maka raja itu langsung menyiksanya sehingga orang itu menunjuk kepada pemuda tadi. Maka dipanggillah sang pemuda dan berkatalah sang raja kepadanya,"Hai anakku, sihirmu sangat ampuh sehingga dapat menyembuhkan buta dan penyakit belang serta kamu berbuat ini dan itu".

        Pemuda itu menjawab,"Sesungguhnya yang bisa menyembuhkan adalah Allah Ta'ala". Maka langsung disiksalah pemuda itu, sehingga ia menunjuk kepada sang pendeta. Maka dipanggillah sang pendeta dan dikatakan kepadanya,"Kembalilah kamu kepada agamamu semula".

        Tetapi pendeta itu tidak mau, kemudian sang raja menyuruh untuk mengambil gergaji dan diletakkan gergaji itu di atas kepalanya serta digergajilah ia sehingga badannya terbelah menjadi dua.

        Kemudian dipanggillah pemuda itu dan dikatakan kepadanya,"Kembalilah kamu pada agamamu semula", tetapi pemuda itu enggan kemudian dia diserahkan kepada pasukannya dan memerintahkannya supaya membawanya ke suatu gunung, dan bila sudah sampai di puncak gunung itu, mereka diperintahkan supaya memaksa untuk kembali kepada agamanya semula dan bila tidak mau, maka ia harus dilempar biar mati.

        Pasukan itu pun membawa pemuda itu ke puncak gunung, dan di sana pemuda itu berdoa,"Wahai Allah, hindarkanlah aku dari kejahatan mereka sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki". Lalu gunung itu bergoncang sehingga pasukan tadi menggelinding dari atas gunung.

        Pemuda itu datang lagi kepada sang raja, lantas sang raja bertanya,"Apa yang diperbuat oleh pasukan itu?" Pemuda itu menjawab."Allah Ta'ala telah menghindarkan saya dari kejahatan mereka".

        Lalu pemuda itu diserahkan kepada kelompok pasukan lain dan mengatakan supaya membawa pemuda itu naik kapal dan bila telah sampai di tengah-tengah lautan mereka diperintahkan supaya memaksanya untuk kembali kepada agamanya semula dan bila tidak mau, maka ia harus dibuang ke tengah-tengah lautan itu.

        Pasukan itu pun membawa pemuda tadi naik kapal, kemudian pemuda tadi berdoa,"Wahai Allah, hindarkanlah saya dari kejahatan mereka sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki".

        Kemudian terbaliklah kapal itu dan tenggelamlah pasukan tu. Pemuda tadi datang lagi kepada sang raja, dan sang raja berkata,"Apakah yang diperbuat oleh pasukan itu?"

        Pemuda itu menjawab,"Allah telah menghindarkan aku dari kejahatan mereka". Kemudian pemuda itu berkata kepada sang raja,"Sesungguhnya engkau tidak akan bisa mematikan saya sebelum engkau memenuhi perintahku".

        Raja itu berkata,"Apakah yang engkau inginkan?"

        Pemuda itu menjawab,"Engkau harus mengumpulkan orang banyak dalam satu lapangan dan gantunglah saya di atas tiang, kemudian ambillah anak panahku dari tempatnya serta letakkanlah pada busurnya kemudian acalah"Bismillahi Rabbil ghulam (dengan menyebut nama Allah, Tuhan emuda ini)", lantas lepaskanlah anak panah itu kepada diriku".

        Apabila engkau berbuat seperti itu, maka berarti engkau berhasil membunuh saya. Maka raja itu mengumpulkan orang banyak pada suatu lapangan dan menggantung pemuda itu di atas tiang, kemudian ia mengambil anak panah dari tempatnya dan diletakkan pada busurnya, kemudian ia membaca "Bismillahi Rabbil ghulam(dengan menyebut nama Allah, Tuhan pemuda ini)."seraya melepaskan anak panah itu kepada pemuda tadi dan mengenai elipisnya, kemudian pemuda itu meletakkan tangannya pada pelipis it uterus matilah ia.

        Pada saat itu orang-orang yang menyampaikan berita itu kepada sang raja seraya berkata,"Tahukah engkau, apa yang kau kuatirkan sekarang telah menjadi kenyataan. Demi Allah kekuatiranmu tidak ada gunanya sama sekali, karena orang-orang sudah beriman".

        Kemudian sang raja itu memerintahkan untuk membuat parit yang besar pada setiap persimpangan jalan dan pada arit itu supaya dinyalakan api, dan raja memerintahkan pula siapa saja yang tidak mau kembali pada agama semula, maka supaya dilemparkan ke dalam parit itu.

        Maka hal yang demikian itu dilaksanakan. Dan ada seorang wanita yang membawa bayinya kemudian merasa sangat kasihan kepada anaknya kalau ia beserta bayinya itu masuk ke dalam parit itu. Akan tetapi, bayi itu berkata kepadanya,"Wahai ibu, sabarlah engkau, karena engkau berada dalam kebenaran" (HR. Muslim dari Shuhaib)