Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Kamis

ASTRONOMI DAN MATEMATIKA

                Observatorium
                Pada awal abad ke-9, sebuah obsevasi (rasyd) rutin pertama dengan menggunakan peralatan yang cukup akurat dilakukan di Jundaysabur (Persia sebelah barat daya) berdekatan dengan Bayt al-Hikmah di pintu masuk Syammasiyah, Baghdad. Al-mu'mun membangun sebuah observatorium dengan supervisor seorang Yahudi yang baru masuk Islam, Shindibn (w.830/831). Di observatorium itu para astronom kerajaan-kerajaan tidak saja mengamati dengan seksama dan sistematis berbagai gerakan benda-benda langit tapi juga menguji semua unsur penting dalam Almagest dan menghasilkan amatan yang sangat akurat: sudut ekliptik bumi, ketepatan lintas  matahari, panjang tahun mata hari dan sebagainya.

                Al-Ma'mun membangun lagi sebuah observatorium di Bukit Kasiyun di luar Damaskus. Perangkat observasi pada saat itu terdiri atas busur 90 derajat, astrolob, jarum penunjuk dan bola dunia. Ibrahim al-Farazi (w.-/+ 777) adalah seorang Islam pertama yang membuat astrolob, yang meniru astrolob Yunani, seperti yang terlihat dari namanya dalam bahasa Arab (asthurlab). Salah satu risalah berbahasa Arab tertua tentang perangkat ini ditulis oleh 'Ali ibn Isa al-Asthurlabi (pembuat astrolob) yang tinggal di Baghdad dan Damaskus sebelum 830.

                Ahli-ahli astronomi al-Ma'mun melakukan salah satu perhitungan paling rumit tentang luas permukaan bumi. Tujuan perhitungan itu adalah untuk menentukan ukuran bumi berbentuk bulat. Pengukuran itu dilakukan di Sinjar, sebelah utara Efrat, juga di dekat Palmyra menghasilkan bahwa garis lintang bumi di tempat itu adalah 56 2/3 mil Arab sebuah hasil pengukuran yang sangat akurat, lebih panjang sekitar 2.877 kaki dari derajat lintang bumi sebenarnya bahwa panjang lintang bumi adalah 20.400 mil dan diameternya adalah 6500 mil. Di antara yang ikut andil dalam proyek ini adalah anak-anak Musa ibn Syakir dan dimungkinkan juga al-Khwarizmi, setelah direvisi satu setengah abad kemudian oleh seorang ahli astronomi dari Spanyol, Maslamah al-Majrithi (w.1007) menjadi dasar bagi karya-karya lain di Timur dan Barat. Tabel astronomi Arab semacam itu telah menggantikan semua tabel Yunani dan India yang sudah dikenal sebelumnya dan bahkan sudah digunakan di Cina.

                Seorang ahli  astronomi lain yang terkenal pada masa  itu adalah Abu al-'Abbas Ahmad al-Farghani (Alfraganus) dari fargana Transoxiana yang pada 861 diserahi tugas oleh al-Mutawakkil untuk mengawasi pembangunan sebuah Nilometer di Fushthat. Karya utama al-Farghani, al-Mudkhil ila 'Ilm Hay'ah al-Aflak diterjemahkan ke bahasa Latin pada 1135 oleh jhon dari Seville dan Gerard dari Cremona dan ke bahasa Ibrani.

                Selain observatorium yang didirikan oleh Ma'mun ada satu lagi observatorium yang dioperasikan oleh ketiga anak Musa ibn Syakir (850-870) di rumah mereka di Baghdad. Sultan Dinasti Buwayhi, Syaraf al-Dawlah (982-989) membangun observatorium lain di istananya di Baghdad yang menjadi tempat kerja 'Abd al-Rahman al-Shufi (w.986) yang bukunya al-Kawakib al-Tsabitah (Bintang-bintang yang berada pada tempatnya) menjadi karya besar tentang astronomi. Rukn al-Dawlah (932-976) di Rayy dan Abu Ja'far al-Khazin dari Khurasan yang memastikan sudut ekliptik bumi dan memecahkan persoalan Archimedes tentang ekuasi kubik. Ahli-ahli astronomi lainnya melakukan kajian sistematis tentang fenomena luar angkasa di Syiraz, Naisabur dan Samarkand.

                Antara tahun 877 dan 918, Abu Abdullah Muhammad ibn  Jabir al-Battani (Albategnius) seorang penganut Sabiin dan Harran dan seorang ahli  astronomi bangsa Saba yang terbesar pada masanya, bahkan terbesar pada masa Islam. Ia telah melakukan berbagai observasi dan kajian di Raqqah. Al-Battani adalah seorang peneliti kawakan. Ia mengoreksi beberapa dalam karya-karyanya dan  memperbaiki perhitungan orbit bulan juga beberapa planet. Ia membuktikan kemungkinan terjadi  gerhana matahari cincin, menentukan sudut ekliptik bumi dengan tingkat keakuratan yang lebih besar dan mengemukakan berbagai teori orisinal tentang kemungkinan munculnya bulan baru.