Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Rabu

BUKU SEJARAH DUNIA

                Sejarawan formal pertama di antaranya Ibn Qutaybah, yang nama lengkapnya adalah Muhammad ibn Muslim al-Dinawari. Ibn Qutaybah meninggal di Baghdad pada 889 setelah menuntaskan penulis buku yang berjudul Kitab al-Ma'arif (Buku Pengetahuan) sebuah buku pegangan sejarah. Tokoh lainnya yang sezaman adalah Abu Hanifah Ahmad ibn Dawud al-Dinawari (w.895) yang tinggal di Isfahan dan Dinawar ( di Irak Persia ). Karya utamanya adalah al-Akhbar al-Thiwal (Cerita Panjang), buku tentang sejarah dunia dari sudut Iran dan telah menulis beberapa karya sastra dan fiologi selain sejarah.

                Ketenaran Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir al-Thabari (838-923) yang lahir di Tabaristan sebuah distrik perbukitan di Persia sepanjang pantai selatan Laut Kaspia adalah karena buku sejarahnya yang sangat terperinci dan akurat, Tarikh al-Rusul wa al Muluk (Sejarah Para Rasul dan Raja) dan juga karean tafsir al-qur'annya. Dalam tafsirnya awalnya disusun dalam skala pembahasaan yang lebih luas. Ia tidak hanya membangun tradisi tafsir paling awal tapi juga menulis buku tafsir paling tebal. Tafsirnya menjadi karya standar yang diikuti oleh  para penafsir Al Qur'an belakangan. Karyanya yang monumental tentang sejarah dunia, yang juga merupakan buku sejarah terlengkap dalam bahasa Arab, telah  menjadi sumber rujukan para sejarawan berikutnya seperti Miskawayh, Ibn al-Atsir dan Abu al-Fida.

                Seperti sejarawan muslim, al-Thabari mengisahkan berbagai peristiwa secara kronologis dan memasukkan ke dalam daftar berdasarkan tahun Hijiriah. Buku sejarahnya itu dimulai dengan penciptaan dunia hingga 302 H / 915 M. Metode sejarah semacam itu juga digunakan oleh al-Waqidi dan sejarawan lain yang hidup sebelumnya, yakni Miskawayh, Ibn  al-Atsir, Abu al-Fida (1273-1331) dan al-Dzahabi (1274-1348) yang hidup sesudahnya. Diriwayatkan bahwa edisi asli karya sejarah al-Thabari 10 kali lebih tebal daripada edisi yang sekarang. Metode yang paling di sukai dalam menuliskan cerita dalam tradisi keagamaan yaitu isnad. Di samping memanfaatkan sumber-sumber sastra yang ada pada masanya, seperti karya Ibn Ishaq, al-Kalbi, al-Waqidi, Ibn Sa'd dan Ibn al-Muqaffa' juga buku-buku terjemahan dari Persia, al-Thabari juga memperoleh data untuk  menulis buku sejarahnya dari sejumlah riwayat yang dihimpun selama perjalanannya serta dari berbagai ceramah opara tokoh yang pernah menjadi gurunya di Baghdad dan pusat-pusat intelektual lainnya.

                Di samping memanfaatkan sumber-sumber sastra yang ada pada masanya, seperti karya Ibn  Ishaq, al-Kalbi, al-Waqidi, al-Thabari juga memperoleh data untuk menulis buku sejarahnya dan sejumlah riwayat yang dihimpun selama perjalanan serta berbagai ceramah para tokoh yang pernah menjadi gurunya di Baghdad dan pusat-pusat intelektual lainnya. Perjalannya untuk mencari ilmu telah membawanya ke Persia, Irak, Suriah dan Mesir. Pada suatu kesempatan ia pernah menjual lengan bajunya untuk membeli sepotong roti agar bisa beertahan hidup. Bukti mengenai kesungguhan dan semangat belajar bisa diperoleh dari riwayat yang menyebutkan bahwa selama 40 lembar setiap hari.