Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Rabu

PENDIDIKAN DASAR, MENENGAH DAN PERGURUAN TINGGI

                Pada periode Abbasiyah yang disebut sebagai sekolah dasar (kuttab) biasanya merupakan bagian yang terpadu dengan masjid atau bahkan mengfungsikan masjid sebagai sekolah. Kurikulum utamanya dipusatkan pada Al-Qur'an sebagai bacaan utamanya para siswa. Mereka juga diajari baca-tulis. Pada 1184 ibnu Jubayar ketika mengunjungi Damaskus mendapati bahwa anak-anak mendapatkan kecakapan menulis dengan rujukan dari puisi-puisi Arab tempo dulu. Bersamaan dengan pelajaran baca-tulis, anak-anak juga mempelajari puisi dengan syarat tidak bersifat erotis. Hampir dalam semua kurikulum metode menghafal sangatlah dipentingkan. Murid-murid terbaik di sekolah dasar biasanya akan mendapat kehormatan untuk mengikuti parade; mereka menaiki seekor unta, menyusuri jalan-jalan di kota dan orang-orang akan lemeparkan buah badam kepada mereka.

                Gamaran pendidikan ideal yang diinginkan bangsawan Arab bisa dilihat  dari perintah Al-Rasyid kepada guru pribadi anaknya, al-Amin:

                Jangan bersikap terlampau keras hingga membahayakan pikiran dan tubuhnya dan jangan terlal lemah  hingga ia bermalas-malasan dan akhirnya tenggelam dalam kemalasan. Bimbinglah sesuai dengan kemampuanmu dengan cara-cara yang baik dan lembut, tetapi jangan ragu untuk bersikap keras dan tgas ketika ia tidak memperhatikan atau mengabaikanmu.

                Dalam pendidikan itu tongkat kecil dianggap sebuah piranti penting yang mesti dimiliki oleh seorang guru. Ibnu Sina dalam bukunya yang berjudul Risalah al-Siyasah pada bab menejemen pendidikan anak, berbicara tentang tongkat sebagai bagian penting dari seni mengajar yang mesti dimiliki oleh  seorang pendidik. Dalam karyanya tentang pendidikan  al-Zarnuji yang ditulis pada 1203 menulis satu bagian khusus tentang kewajiban bagi seorang murid untuk menghormati gurunya. Ia mengutip ungkapan Ali: "Aku adalah budak dari orang yang mengajarku, mesti hanya satu huruf." Al-Zarnuji adalah seorang penulis kondang yang menulis dua  karya besar tentang pendidikan. Karya-karyanya itu bertahan hingga kini dalam bentuk manuskrip.